KETIK, ACEH BARAT DAYA – Jembatan rangka baja yang menghubungkan Desa Pantai Cermin dengan Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Padahal, infrastruktur yang dibangun dengan total anggaran sekitar Rp38 miliar itu baru diresmikan pada tahun 2022.

Jembatan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut mulai dibangun pada tahun 2020 menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Namun, belum lima tahun sejak diresmikan, sejumlah bagian jembatan dilaporkan mengalami kerusakan yang memicu kekhawatiran masyarakat.

Warga setempat berharap pemerintah baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya maupun Pemerintah Aceh segera turun tangan, guna melakukan pemeriksaan dan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah hingga membahayakan pengguna jalan.

Salah seorang warga Babahrot, Harun, mengaku prihatin melihat kondisi jembatan yang terus mengalami penurunan kualitas. Ia bahkan mengirimkan video kondisi terkini kepada awak media sebagai bentuk harapan agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius.

"Kondisi Jembatan Cot Seumantok. Tolong naikkan berita," ujar Harun, Rabu, 1 Juli 2026.

Baca Juga:
Sahuti Keluhan Warga Soal Jembatan di Babahrot, Zulkarnaini: Harus Segera Diperbaiki

Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kerusakan yang terjadi pada abutment jembatan dikhawatirkan akan semakin meluas dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.

Kondisi tiang pancang penahan jembatan rangka baja di Babahrot miring akibat kikisan derasnya air sungai Krueng Babahrot, Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: T. Rahmat/Ketik)

Sementara itu, Kepala Desa Cot Seumantok Zaidami membenarkan bahwa jembatan tersebut telah tergerus di bagian tiang tengah jembatan. Ia berharap pihak terkait dapat segera melakukan penanganan.

"Iya benar sudah tergerus air. Bagian bawah tiang jembatan sudah kelihatan tiang pancang. Mudah-mudahan segera dilakukan perbaikan secara permanen," pintanya.

Baca Juga:
Melda yang Hanyut di Laut Manggeng Belum Ditemukan, Keluarga Kumpulkan Dana Swadaya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan jembatan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahun anggaran 2020, Pemkab Abdya mengalokasikan dana sekitar Rp14 miliar yang bersumber dari DOKA untuk pembangunan konstruksi bawah, meliputi pilar dan abutment jembatan. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Adek Abang Thahara sebagai pemenang tender.

Selanjutnya pada tahun 2021, pembangunan dilanjutkan dengan pengerjaan bagian atas jembatan, mulai dari lantai hingga pemasangan rangka baja. Tahap kedua ini menghabiskan anggaran sekitar Rp24,5 miliar, yang juga bersumber dari DOKA dan dikerjakan oleh kontraktor yang sama.

Dalam pelaksanaannya, proyek lanjutan tersebut sempat mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak. Namun, pemerintah memberikan perpanjangan waktu kepada pihak rekanan dengan konsekuensi pembayaran denda ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberadaan jembatan rangka baja tersebut sejatinya menjadi akses strategis bagi masyarakat. Infrastruktur itu mampu memangkas jarak tempuh warga Babahrot menuju jalan lebar 30 meter yang menghubungkan kawasan Teluk Surin hingga Kecamatan Susoh.

Selain mempermudah mobilitas masyarakat, jembatan juga menjadi jalur utama bagi para petani menuju kawasan perkebunan. Dengan adanya akses tersebut, proses pengangkutan hasil perkebunan menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, warga berharap instansi terkait segera melakukan inspeksi teknis terhadap kondisi jembatan sekaligus mengambil langkah perbaikan secepatnya. Mereka menilai penanganan dini sangat penting agar kerusakan tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar. (*)