KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan menjamin pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 berjalan dengan jujur, adil, dan tertib.
Menanggapi adanya informasi di media sosial tentang dugaan peserta UTBK memakai joki, pihak UM pun langsung angkat bicara. Mereka secara tegas menyatakan, setiap indikasi pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Dalam keterangan resminya, Direktur Pendidikan UM, Prof. Evi Eliyanah, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa UTBK adalah proses seleksi yang harus dijalankan secara objektif dan transparan. Oleh karenanya, segala bentuk kecurangan sama sekali tidak dapat dibenarkan, dan pihak UM akan mendalami terkait kasus tersebut.
"Kami akan dalami informasi terkait kasus tersebut, untuk kemudian kami laporkan ke panitia pusat SNPMB. Sebab, yang berwenang mengambil keputusan adalah panitia pusat," jelasnya, Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga:
Momentum Hari Kartini, Dekan FISIP Unmer Malang Tekankan Kesetaraan Gender di Perguruan TinggiPihak UM pun menegaskan komitmennya dalam menjaga marwah dan integritas pelaksanaan UTBK. Setiap indikasi pelanggaran akan diproses sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, seluruh peserta diimbau untuk menjunjung tinggi kejujuran serta mematuhi seluruh aturan ujian yang telah ditetapkan.
"Dalam pelaksanaannya, kami terus memperketat pengawasan, baik melalui pemeriksaan identitas peserta maupun pengawasan langsung di ruang ujian. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung secara aman, tertib, dan bebas dari praktik kecurangan," terangnya.
Di sisi lain, UM juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana ujian yang kondusif demi mewujudkan proses seleksi yang bersih dan berintegritas.
Baca Juga:
Warga Cemorokandang Malang Diminta Bersiap, PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik 22 April 2026"Kejujuran merupakan nilai utama yang harus senantiasa dijunjung tinggi dalam dunia pendidikan," pungkasnya. (*)