KETIK, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan seleksi Sistem Pensrimaan Murid Baru (SPMB) berjalan sesuai aturan. Tidak ada sistem titip-menitip dalam penerimaan siswa baru, termasuk bagi anak pejabat.
Wahyu menjelaskan kondisi tersebut semakin diperketat dengan sistem pelaksanaan yang semakin terbuka dan dapat dipantau secara langsung.
"Saya selalu ingatkan, dari dulu bahwa titip-titip itu tidak ada. (Termasuk anak pejabat) iya, sama," ujarnya, Kamis, 28 Mei 2026.
Melalui penerapan sistem yang lebih terbuka itu, Wahyu berharap tidak ada praktik curang yang terjadi selama SPMB. Terlebih Pemkot Malang ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas demi masa depan generasi penerus bangsa.
"Karena ini kan kita menjaga kualitas pendidikan kita. Dengan titip-menitip ini kan juga akan mempengaruhi terkait dengan kualitas pendidikan kita," lanjutnya.
Baca Juga:
Gadis di Malang Laporkan Teman Dekatnya Kasus Dugaan PersetubuhanIa meyakini pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB Kota Malang dapat berjalan ketat. Dewan Pendidikan Kota Malang pun turut dilibatkan meskipun baru akan dilantik pada Juni 2026 nanti.
"Sekarang kan pelaksanaan SPMB pakai sistem. Akhirnya titip-titip itu kan sulit, karena kan bisa dipantau. Tapi saya yakin dengan sistem ini sudah bisa meminimalisir orang yang nitip tersebut. Orang juga tahu sekarang sudah dengan sistem tidak akan bisa lagi untuk titip-titip," tegasnya.
Pendaftaran SPMB Kota Malang sendiri akan berlangsung pada 8-13 Juni 2026. Disdikbud Kota Malang memfasilitasi masyarakat dengan fitur baru di laman resmi SPMB Kota Malang, salah satunya 'Tanya AI' dan 'Kirim Pesan'.
Fitur tersebut mencantumkan informasi tentang jalur penerimaan, jadwal pendaftaran, syarat, hingga ketentuan lainnya terkait SPMB 2026/2027. (*)