KETIK, BONDOWOSO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, diwarnai semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya diwujudkan melalui lomba kreasi daur ulang bertema “Ubah Sampah Jadi Karya” pada Kamis 13 Agustus 2026

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya memaknai kemerdekaan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

Ketua TP PKK Kecamatan Tegalampel, Mayang Sagita Rifky Hariady, turut mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada petugas kebersihan. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga untuk mengurangi, memilah, hingga memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang. Dengan kreativitas, barang bekas bisa diubah menjadi karya yang memiliki nilai dan manfaat,” ujar Mayang.

Baca Juga:
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Tegaskan Kepala Sekolah Bukan Sekadar Administrator: Wajib Dongkrak Mutu Pendidikan

Lomba kreasi daur ulang tersebut sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan dalam mengolah berbagai jenis sampah menjadi produk kreatif. Barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan kembali melalui sentuhan ide, keterampilan, dan inovasi.

Semangat “Ubah Sampah Jadi Karya” dinilai sejalan dengan upaya membangun pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dari kegiatan sederhana seperti memilah sampah rumah tangga, masyarakat dapat mulai membentuk kebiasaan baru yang berdampak terhadap kebersihan lingkungan dalam jangka panjang.

Mayang menegaskan, menjaga kebersihan bukan hanya tentang menciptakan lingkungan yang terlihat rapi. Lebih dari itu, kebersihan merupakan bagian dari membangun kualitas hidup masyarakat.

“Lingkungan yang bersih tentu akan membuat masyarakat lebih nyaman. Karena itu, kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada perlombaan, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus dilakukan setelah peringatan HUT Kemerdekaan selesai,” katanya.

Baca Juga:
Dari Kandungan untuk Generasi Hebat, Tegalampel Bondowoso Gerakkan 25 Ibu Hamil bersama Suami

Ia juga mendorong kader TP PKK di tingkat desa untuk terus memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Peran keluarga dinilai sangat penting karena kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah dapat dimulai dari rumah.

Dalam lomba tersebut, kreativitas menjadi salah satu kunci utama. Peserta ditantang untuk melihat barang bekas dari sudut pandang berbeda. Sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat dikreasikan menjadi berbagai bentuk karya yang menarik, fungsional, maupun memiliki nilai estetika.

Bagi TP PKK Kecamatan Tegalampel, kegiatan ini bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang. Ada pesan yang lebih besar yang ingin disampaikan, yakni membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan melibatkan banyak pihak.

Semangat tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TP PKK, kader lingkungan, serta masyarakat.

Kecamatan Tegalampel ingin menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai titik penguatan gerakan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus produktif.

Dengan kreativitas, barang yang semula dianggap sebagai sampah dapat memiliki kehidupan kedua. Dari tangan-tangan kreatif masyarakat, limbah dapat berubah menjadi karya yang menarik dan memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar.

“Harapan kami, Tegalampel bukan hanya dikenal sebagai wilayah yang bersih, tetapi juga sebagai kecamatan yang kreatif. Mari mulai dari hal kecil, dari rumah kita masing-masing, untuk menjaga lingkungan,” tutur Mayang.

Gerakan tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga budaya memilah dan memanfaatkan sampah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pada akhirnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diterjemahkan melalui kemeriahan lomba dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Sampah yang diubah menjadi karya menjadi simbol bahwa kreativitas dan kepedulian dapat berjalan beriringan untuk mewujudkan Kecamatan Tegalampel yang semakin bersih, sehat, nyaman, dan kreatif.(*)