KETIK, SURABAYA – Para siswa Sekolah Rakyat (SR) bakal mendapat pembinaan dari Taruna Akademi Militer (Akmil) sebagai upaya program pembentukan karakter sehingga tercipta generasi yang disiplin. “Kami ingin mendapat pembelajaran dari Taruna-Taruna Akmil sehingga dapat menjadi contoh para siswa SR,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Surabaya pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Direncakan, sebanyak 1.000 taruna dilibatkan. Teknisnya, lima taruna bertanggung jawab terhadap satu Sekolah Rakyat dan memberikan sejumlah materi, seperti soal kerapian pakaian maupun kamar asrama. Dijadwalkan, pelibatannya dimulai pada Agustus 2026 selama sepekan.

Kerapian menjadi salah satu hal yang mendapatkan atensi dari Presiden Prabowo Subianto. Pembinaan, kata dia, penting dilakukan untuk membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan rapi.

“Bagaimana mereka setelah bangun bisa membersihkan tempat tidurnya, bersih-bersih diri, lalu menempatkan perlengkapan pribad, buku, sepatu yang rapi. Termasuk tertib dalam belajar,” ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

“Para siswa belajar dari taruna dan diajak membangun kedisplinan di sana, tapi tentu disesuaikan dengan siswa SR,” tambah Wakil Gubernur Jatim periode 2009-2019 tersebut.

Baca Juga:
Gus Ipul: Didesak Sekalipun, Saya Tidak akan Maju Calon Ketua Umum PBNU

Sementara itu, pihak Kementerian Sosial yang diwakili Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono sudah berkoordinasi dengan Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial Letjen Bambang Trisnohadi, dan Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen Ari Novian.

Diinformasikan, pihak TNI akan mengirimkan sebanyak kurang lebih 1.000 Taruna Tingkat 1 dan Tingkat 2 untuk melaksanakan pembinaan pembentukan karakter ini di 178 titik Sekolah Rakyat.

Beberapa materi yang diajarkan nantinya antara lain cara menyetrika baju seragam, merapikan sprei tempat tidur, kerapian lemari pakaian hingga cara menyemir sepatu. (*)

Baca Juga:
Belum Punya Gedung Permanen, Calon Siswa SRMA 22 Kota Malang Terpaksa Dititipkan