Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat

Jurnalis: Muhammad Dzikrullah Akbar
Editor: Rahmat Rifadin

4 Mar 2026 17:30

Thumbnail Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat (Foto: Tangkap Layar Pinterest)

KETIK, SURABAYA – Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih kerap menjadi perbincangan hangat setiap Ramadan. Sebagian umat Islam melaksanakan 8 rakaat, sementara yang lain memilih 20 rakaat. Menanggapi hal ini, Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan agar umat tidak terjebak dalam perdebatan yang berpotensi memecah belah.

Dalam ceramahnya yang dikutip dari kanal YouTube Ummu Haniya, UAH menjelaskan bahwa persoalan jumlah rakaat salat tarawih bukanlah masalah pokok dalam ajaran Islam. Ia menegaskan bahwa perbedaan 8 atau 20 rakaat berada dalam ranah furu’ (cabang fiqih), bukan perkara prinsip (ushul) yang menyangkut dasar keimanan atau rukun ibadah.

Karena itu, menurutnya, umat Islam tidak seharusnya menjadikan perbedaan tersebut sebagai sumber konflik atau perpecahan, melainkan menyikapinya dengan sikap dewasa, saling menghormati, dan tetap menjaga persatuan.

“Jangan jadikan jumlah rakaat sebagai sebab perpecahan. Ini masalah cabang dalam fiqih,” tegas Ustadz Adi Hidayat.

Baca Juga:
Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar! Gubes Unisma Prof Mas’ud Said: Istiqomah Pasca Ramadan Jadi Kunci Kemuliaan

Menurutnya, dalam dalil-dalil hadis tidak ditemukan penetapan angka baku secara tegas dari Rasulullah SAW terkait jumlah rakaat tarawih. UAH menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menyampaikan salat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat tanpa pembatasan tertentu.

 “Rasulullah tidak pernah membatasi secara tegas harus sekian rakaat,” ujarnya.

UAH juga memaparkan bahwa baik 8 rakaat maupun 20 rakaat memiliki landasan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan. Delapan rakaat merujuk pada riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang kebiasaan qiyamullail Nabi yang totalnya 11 rakaat termasuk witir. Sementara 20 rakaat merupakan praktik yang dijalankan pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan disepakati para sahabat.

“Kalau ada yang ambil 8 rakaat, ada dalilnya. Kalau 20 rakaat, juga ada praktik sahabatnya,” jelasnya.

Baca Juga:
Tips Hemat Lebaran: 11 Cara Mengatur Keuangan agar Tidak Boncos Setelah Idulfitri

Lebih jauh, UAH menekankan bahwa substansi tarawih bukan terletak pada jumlah rakaat, melainkan kualitas dan kekhusyukan dalam menjalankannya. Ia mengingatkan bahwa tarawih berasal dari kata yang bermakna ketenangan.

“Yang paling penting itu bukan angkanya, tapi kekhusyukannya,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, UAH mengajak umat Islam untuk menjaga persatuan dengan mengikuti imam di masjid masing-masing. Ia menyarankan agar jamaah tidak memaksakan pendapat pribadi ketika sudah berada dalam satu saf.

“Kalau Anda shalat di masjid yang 20 rakaat, ikuti sampai selesai. Kalau 8 rakaat, silakan,” tuturnya.

Perbedaan jumlah rakaat tarawih merupakan bagian dari khazanah fiqih Islam yang memiliki dasar dalil masing-masing. Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan persatuan umat. Ramadan seharusnya menjadi momentum mempererat tali peraudaraan, bukan memperuncing perbedaan. (*)

Baca Sebelumnya

Membara! Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Suntikan Pasokan Luar Belum Mempan

Baca Selanjutnya

Ramadan Jadi Panggung Aksi, Guru Tenggarang Bondowoso Perkuat Empati dan Kepedulian

Tags:

ramadan Ustadz Adi Hidayat menurut ulama sholat tarawih penjelasan ulama hukum fiqih hukum islam puasa rakaat tarawih

Berita lainnya oleh Muhammad Dzikrullah Akbar

Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

13 April 2026 22:52

Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

Tim Command Center 112 Surabaya Evakuasi Jenazah di Taman Bungkul

13 April 2026 14:01

Tim Command Center 112 Surabaya Evakuasi Jenazah di Taman Bungkul

Tim Call 112 Surabaya Gerak Cepat Tangani Mobil Terperosok di Jemursari

12 April 2026 16:02

Tim Call 112 Surabaya Gerak Cepat Tangani Mobil Terperosok di Jemursari

Noussair Mazraoui Berencana Pensiun Usai Piala Dunia 2026, Ingin Fokus Hafal Al-Qur’an dan Jadi Imam Masjid

11 April 2026 01:01

Noussair Mazraoui Berencana Pensiun Usai Piala Dunia 2026, Ingin Fokus Hafal Al-Qur’an dan Jadi Imam Masjid

Mobil yang Naik ke Pembatas Jalan di Ngagel Surabaya Dievakuasi Tim Call 112

9 April 2026 19:51

Mobil yang Naik ke Pembatas Jalan di Ngagel Surabaya Dievakuasi Tim Call 112

David Pajung: Ajakan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Adalah Opini Jalanan, Bukan Gagasan Akademis

8 April 2026 16:46

David Pajung: Ajakan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Adalah Opini Jalanan, Bukan Gagasan Akademis

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar