KETIK, SURABAYA – "Ini kapal yang saya tumpangi," begitulah isi pesan terakhir Bustam Sanusi kepada keluarganya saat naik KMP Mutiara Sentosa II.

Siapa sangka itu adalah pesan terakhir sang ayah kepada keluarganya.

Muhammad Jasuar Bustam dan ibunya, Syamsiah datang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya untuk melihat langsung nama Bustam Sanusi.

Namun ketika tiba di tempat tujuan bukannya perasaan lega, mereka mendapati kebingungan.

Sebab, ketika dicek dari daftar manifes yang ada, tidak ada nama Bustam Sanusi.

Baca Juga:
Profil Mohammad Ghofirin, Ketua BAZNAS Jatim Periode 2026-2031

Mengetahui kabar ini, mata Syamsiah mulai berkaca-kaca, tak mampu menyembunyikan kesedihan walaupun ia mengenakan masker wajah. Sang anak, Jaswar berusaha tegar untuk menemani ibundanya.

"Saya terakhir menghubungi hari Minggu (2 Agustus 2026) pukul 09.00. Katanya ini kapal yang saya tumpangi kebakaran," kata Jasuar.

Setelah mendapatkankan informasi itu, Jasuar mencoba menghubungi balik ayahnya.

Namun seberang ujung telepon, tidak ada jawaban. Kontak pun terputus.

Baca Juga:
Lima Penumpang Tewas, Operator KMP Mutiara Sentosa II Sampaikan Permintaan Maaf

Berdasarkan keterangan Jasuar, Bustam Sanusi berprofesi sebagai sopir truk.

Ia berangkat naik KMP Mutiara Sentosa II bersama rekan-rekannya, namun musibah itu terjadi. Hingga kini ayahnya belum ditemukan.

SAR Surabaya Buka Kontak Aduan

Operasi pencarian korban KMP Mutiara Sentosa II sudah dialihkan Basarnas sebagai operasi rutin oleh Kantor SAR Surabaya.

Kendati demikian, pihaknya tetap membuka kontak aduan.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit menjelaskan, bagi keluarga yang ingin melaporkan anggota keluarga, dapat melapor ke KSOP dan pihak perusahaan kapal.

"Pengaduan hilangnya keluarga pasca terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II bisa dilaporkan kepada Polres Tanjung Perak dan KSOP di Pelabuhan Tanjung Perak," jelasnya.

"Keluarga yang merasa kehilangan sanak saudaranya bisa melapor dan nantinya akan di verifikasi datanya oleh KSOP dan pihak perusahaan kapal. Basarnas menunggu laporan terkait data tersebut yang resmi dan divalidasi oleh KSOP dan pihak perusahaan kapal/pemilik kapal," lanjutnya.

Basarnas, kata Nanang akan kembali melakukan pencarian berdasarkan dengan data yang sudah dilaporkan atau diberikan oleh KSOP ataupun perusahaan kapal. (*)