Tanggapi Kritik Bertubi dari Kampus, Stafsus Jokowi Sebut Dinamika Demokrasi

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Muhammad Faizin

6 Feb 2024 10:54

Headline

Thumbnail Tanggapi Kritik Bertubi dari Kampus, Stafsus Jokowi Sebut Dinamika Demokrasi
Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi dan Pendidikan Billy Mambrasar saat dikonfirmasi usai menjadi pembicara seminar di Jember, Selasa (6/2/2024) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Dalam beberapa hari terakhir, berbagai civitas akademika dari berbagai kampus di Indonesia menyerukan moral politisasi kebijakan negara selama Pemilu 2024 berlangsung. Narasi kritik yang disampaikan kepada Presiden Jokowi karena berpotensi merusak proses demokrasi dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam Pemilihan Umum.

Menanggapi itu, Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi dan Pendidikan, Billy Mambrasar mengatakan apa yang dilakukan para mahasiswa, dosen, dan guru besar merupakan hal yang lumrah menggunakan haknya dalam dinamika demokrasi. Begitu pula Presiden maupun Menteri yang memiliki hak yang sama.

“Tuduhan-tuduhan kepada presiden kita luruskan. Misalnya, Presiden dan Menteri nggak boleh berkampanye. Kenyataannya Undang-Undang Pemilu mengatakan boleh asalkan tidak menggunakan fasilitas negara,” ujarnya saat dikonfirmasi usai menjadi pembicara seminar di Jember, Selasa (6/2/2024).

Pria kelahiran Irian Jaya tersebut, mengatakan aspirasi-aspirasi tersebut diterima oleh Jokowi secara konstitusional sebagai bagian proses demokrasi.

Baca Juga:
Mengenal Hengki Fernando, Mahasiswa UINSA yang Aktif Berprestasi dan Menggerakkan Diskusi Intelektual

Ia juga menyorot jumlah kampus yang mengeluarkan pernyataan sikap kritik termasuk suara minoritas. Billy menghitung ada sekitar 9 perguruan tinggi, sedangkan jumlah keseluruhan di Indonesia ada sekitar 4.000 kampus. Persentasenya sangat kecil sekali.

“Kalau kita lihat komposisi yang menyampaikan aspirasi tentang negara krisis demokrasi itu juga tidak seluruh struktur jabatan rektorat atau akademik. Artinya tidak bisa mempresentasikan institusi secara keseluruhan,” ulas Billy Papua, sapaan karibnya.

Kritikan menyangkut politik dinasti, Billy mengatakan jika praktik itu sudah lama terjadi bahkan terjadi di luar negeri. Ia memahami bila politik dinasti itu adalah anggota keluarga yang memegang jabatan berbeda dalam satu pemerintahan. 

“Nah jadi pertanyaannya adalah apakah politik dinasti itu kemudian buruk atau baik itu yang harus kita telaah,” ujarnya.

Baca Juga:
Jalani Pemeriksaan, Terdakwa Sri Purnomo "Amnesia Selektif": Berbelit Menjawab Jaksa, Lancar Menyudutkan Dinas

Dia mencontohkan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy. Namanya yang melegenda di Negeri Paman Sam dikenal sebagai keluarga politik termasyur.

“Yang perlu kita ingat John F Kennedy itu menjadi presiden terbaik Amerika Karena dia yang pertama mengeluarkan undang-undang anti rasisme, memberikan hak kepada perempuan untuk ikut pemilu, dan membantu negara dalam kondisi kesusahan,” urai Billy. 

Kedua, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, anak sulung dari pendiri Singapura sekaligus mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Lanjut Billy, Lee Kuan Yew ketika tengah menjabat telah mempersiapkan anaknya dalam peran Perdana Menteri.

“Jadi bukan tentang dinasti atau tidak, tetapi kita memilih orang yang tepat yang akan membawa negara kita maju itu yang perlu kita ingat,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pastikan Kesiapan Logistik Pemilu 2024, Pemkot Samarinda Kunjungi Gudang KPU

Baca Selanjutnya

Pemkot Malang Minta Investor Selesaikan Persoalan Pasar Gadang

Tags:

Kritik Presiden Jokowi Deklarasi politisasi kebijakan negara kampus Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar Politik Dinasti

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar