KETIK, LEBAK – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, meninjau langsung sejumlah area persawahan yang terdampak banjir di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat 15 Mei 2026.
Peninjauan dilakukan atas instruksi Bupati Lebak untuk memastikan kondisi lahan pertanian dan dampak banjir terhadap tanaman padi milik petani.
Berdasarkan data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, terdapat lima desa di Kecamatan Cipanas yang mengalami dampak banjir, yakni Desa Harumsari seluas 1,5 hektare, Desa Girilaya 1 hektare, Desa Jayapura 1 hektare, Desa Giriharja 1 hektare, dan Desa Malangsari seluas 0,5 hektare. Total luas sawah terdampak mencapai sekitar 5 hektare.
Rahmat Yuniar mengatakan, mayoritas tanaman padi yang terdampak banjir masih berada pada fase awal tanam. Bahkan, sebagian tanaman baru berusia sekitar 8 hingga 10 hari setelah ditanam ketika banjir datang dan merendam area persawahan.
“Rata-rata sawah yang terdampak itu baru selesai tanam atau baru tandur. Ada yang usia tanamnya sekitar delapan sampai sepuluh hari. Tiba-tiba banjir datang dan sempat merendam sawah warga,” kata Rahmat kepada wartawan, Senin 18 Mei 2026.
Baca Juga:
O2SN Kabupaten Lebak 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Pelajar SD dan SMP Ikuti Ajang Pembinaan Prestasi OlahragaMenurutnya, genangan banjir di sejumlah titik kini telah surut. Namun demikian, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan tanaman, termasuk kemungkinan adanya endapan lumpur yang dapat mengganggu pertumbuhan padi.
“Kalau memang ada sawah yang terdampak lumpur cukup parah, nanti kami akan mengajukan bantuan ke Provinsi Banten maupun ke Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Selain melakukan pendataan, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak juga tengah mengusulkan bantuan benih unggul bagi para petani terdampak agar proses tanam ulang dapat segera dilakukan apabila ditemukan kerusakan tanaman akibat banjir.
“Kami sedang mengajukan bantuan benih unggul untuk para petani yang terdampak banjir. Mudah-mudahan kondisi ini tidak terlalu mengurangi produksi pertanian masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga:
Jelang Idul Adha 2026, Harga Daging dan Telur di Lebak Relatif StabilIa menambahkan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi sawah pascabanjir dan berupaya mempercepat penanganan agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal.(*)