Takut Kehilangan Mata Pencaharian, Ratusan Nelayan Tolak Pembangunan SWL

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

24 Jul 2024 12:52

Thumbnail Takut Kehilangan Mata Pencaharian, Ratusan Nelayan Tolak Pembangunan SWL
Ratusan nelayan saat mengikuti sosialisasi yang digelar oleh PT Granting Jaya. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Ratusan nelayan yang mengikuti sosialisasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land (SWL) menyuarakan penolakan kepada PT Granting Jaya selaku pengelola proyek tersebut.

Pada pertemuan yang digelar di Atlantis Land Hall di Kawasan Kenjeran Park (Kenpark) pada Rabu (24/6/2024) tersebut, sahutan interupsi terus berkumandang. Para nelayan berusaha mementahkan setiap penjelasan yang diberikan oleh PT Granting Jaya.

Seperti yang diungkapkan oleh Mukminin selaku perwakilan nelayan Wonorejo. Menurutnya pembangunan SWL ini otomatis akan mengubah ekosistem yang ada di pesisir timur Kota Surabaya.

Selain itu, ia dan bersama rekan nelayan yang lain akan kehilangan mata pencaharian karena proyek pembangunan SWL akan dilakukan reklamasi seluas 1.084 hektar.

Baca Juga:
Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

"Saya merasa terancam secara penghasilan. Adanya reklamasi, otomatis sekarang tidak bisa, ekosistem pasti berubah," tegas Mukminin, Rabu (24/7/2024).

"Nelayan berapa tahun menunggu supaya ikan-ikan itu kembali ke situ. Siapa yang menjamin nelayan dan warga sekitar yang terdampak proyek reklamasi," imbuhnya.

Foto Salah satu perwakilan nelayan, Yasin. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)Salah satu perwakilan nelayan, Yasin. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

Hal senada juga diutarakan oleh Yasin, yang juga seorang nelayan asal Kejawan Wetan. Ia juga menyatakan penolakannya terhadap proyek tersebut. Namun karena SWL tersebut sudah disetujui oleh pemerintah pusat maka dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

Baca Juga:
PT Waskita Kebut Sekolah Rakyat di Tuban, Target Rampung Juni 2026

"Karena proyeknya pemerintah pusat mau gak mau, masyarakat ya harus mau. Itu kelemahan pemerintah kita gak pernah sosialisasi dulu," tuturnya.

Ia ingin agar proyek SWL ini dikaji ulang oleh Pemerintah Pusat. Harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak dalam hal ini tentu saja Pemerintah dan Nelayan.

Tawaran kompensasi yang dijanjikan oleh PT Granting Jaya pun masih belum jelas mekanismenya seperti apa. Belum ada tindak lanjut lebih dalam terkait kompensasi yang diberikan jika nelayan terdampak pembangunan SWL.

"Kan gini, yang ditawarkan itu apa, ketika proyek itu jalan, belum ada deal deal secara jelas mau lari kemana kita, kalau proyek itu jalan kita mesti apa, kan gitu," pungkasnya(*)

Baca Sebelumnya

Tayang Hari Ini, Deadpool & Wolverine, Gambarkan Dua Mutan Suguhkan Action dan Humor

Baca Selanjutnya

Pencanangan Gerakan Pembangunan Serentak Se-Sumut, H Surya: Pemkab Asahan Siap Dukung

Tags:

Nelayan Penolakan PSN SWL ekosistem Mata Pencaharian Pemerintah pusat Kompensasi

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar