KETIK, LOMBOK TENGAH – Masa depan ajang balap MotoGP tidak lagi sekadar mengejar kecepatan maksimal, melainkan memprioritaskan keselamatan pembalap dan pelestarian lingkungan.

Lewat regulasi teknis yang berlaku pada musim 2027, transisi wajib menuju 100 persen bahan bakar berkelanjutan serta pelarangan total perangkat ride-height ditetapkan sebagai standar fundamental untuk menciptakan kompetisi yang lebih aman, dan setara.

Perombakan besar-besaran yang diresmikan oleh Dorna Sports ini juga dirancang untuk memangkas biaya riset tim sekaligus mengembalikan faktor kemampuan berkendara (skill) sebagai penentu utama di atas lintasan.

Berikut adalah poin-poin krusial dari perubahan regulasi teknis MotoGP tahun 2027:

1. Kapasitas Mesin Dipangkas Menjadi 850cc

Baca Juga:
Profil Marco Bezzecchi, Sang Penantang Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

Langkah paling signifikan pada era baru ini adalah penyusutan kapasitas mesin dari 1.000cc ke 850cc. Ukuran lubang silinder maksimal juga diperkecil dari 81mm menjadi 75mm, meski tetap mempertahankan konfigurasi mesin 4 silinder, 4-tak. Selain itu, alokasi mesin per pembalap dikurangi dari tujuh menjadi hanya enam unit untuk satu musim (dengan asumsi jumlah maksimal 20 seri balapan).

2. 100% Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Sejalan dengan kampanye ramah lingkungan global dan komitmen sustainability, MotoGP 2027 akan sepenuhnya menggunakan 100% bahan bakar berkelanjutan (sustainable fuel). Angka ini meningkat pesat dari syarat minimal 40% yang sudah mulai diberlakukan sejak musim 2024. Kapasitas tangki bahan bakar juga dipangkas dari 22 liter menjadi 20 liter untuk balapan utama (Main Race), dan maksimal 11 liter untuk sesi Sprint Race.

3. Pelarangan Perangkat Ride-Height dan Holeshot

Baca Juga:
Berkemeja dan Bertopi Putih di Sirkuit Mandalika, Jokowi Tersenyum Ditanya Pembalap MotoGP Jagoannya

Untuk mengendalikan lonjakan performa dan meningkatkan keselamatan, terutama saat fase startbalapan, MotoGP secara resmi melarang penggunaan semua jenis perangkat ride-height (penyesuai ketinggian motor) dan holeshot. Penghapusan fitur pembantu ini diyakini akan membuat balapan jauh lebih ketat karena kembali mengandalkan instrumen murni dari insting dan skill masing-masing pembalap saat melakukan akselerasi maupun pengereman.

4. Pemangkasan Fitur Aerodinamika

Sayap-sayap aerodinamika (aero fairing) yang belakangan ini mendominasi desain motor akan dikurangi dan diatur secara ketat. Lebar maksimum fairing depan dikurangi sejauh 50mm, hidung motor ditarik mundur 50mm, dan peranti aero di bagian buritan (tail) hanya diizinkan untuk mendapat pembaruan (homologasi) maksimal satu kali dalam semusim. Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi turbulensi bagi pembalap yang berada di belakang, sehingga peluang melakukan manuver overtake (saling salip) akan semakin tinggi.

5. Keterbukaan Data GPS Antar Tim

Demi menciptakan kompetisi yang lebih adil dan merata, regulasi terbaru mewajibkan seluruh data GPS dari setiap pembalap untuk dibagikan secara terbuka kepada semua tim di akhir sesi. Artinya, setiap pabrikan bisa menganalisis di sektor mana kelemahan motor mereka dibandingkan dengan kompetitor, sehingga riset dan pengembangan motor bisa berjalan lebih efisien.

Melalui regulasi yang mulai berlaku pada musim 2027, MotoGP memasuki fase baru yang menempatkan pengendalian performa, efisiensi pengembangan teknologi, keselamatan pembalap, dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari perubahan kompetisi.