Tak Pernah Terlambat Belajar, Wisudawan Tertua ITS Raih Doktor dengan IPK 3,95

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rahmat Rifadin

24 Sep 2025 20:03

Thumbnail Tak Pernah Terlambat Belajar, Wisudawan Tertua ITS Raih Doktor dengan IPK 3,95
Proses riset disertasi yang dilakukan Dr Dra Wiwik Dahani MT (kanan) di laboratorium Universitas Trisakti, Jakarta. (Foto: Humas ITS)

KETIK, SURABAYA – Usia tak pernah menjadi penghalang untuk menuntut ilmu. Hal ini dibuktikan oleh Dr. Dra. Wiwik Dahani, MT, yang berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Program Studi S3 Kimia, Fakultas Sains Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada usia 63 tahun.

Perempuan kelahiran Surabaya itu akan diwisuda pada Wisuda ke-132 ITS, Sabtu 27 September 2025.

Meski telah mengabdi hampir 40 tahun sebagai dosen Universitas Trisakti, semangat Wiwik untuk belajar tak pernah padam. Ia bahkan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) gemilang, yakni 3,95.

“Saya ingin memotivasi orang-orang di sekitar untuk semangat menuntut ilmu, yakni dengan menunjukkan jika saya bisa kenapa mereka tidak,” ungkapnya penuh semangat.

Baca Juga:
ITS Integrasikan Science Techno Park, Dorong Hilirisasi Riset

ITS bukanlah kampus asing bagi Wiwik. Sejak SMA, ITS sudah menjadi kampus impian yang sempat belum tergapai. Kini, setelah puluhan tahun, ia kembali ke kampung halamannya, Surabaya, demi mewujudkan mimpi tersebut.

“Teman lama saya banyak yang di ITS, selain itu lingkungannya juga sangat mendukung dan maju untuk doktoral saya,” ujarnya.

Menyibak Ilmu Baru Meski Terhalang Fisik

Dalam penelitiannya, Wiwik mengulik teknik pemanfaatan sumber daya alam melalui disertasi bertema Pembuatan Frother Berbasis Minyak Sawit Mentah dan Karbon Aktif Bambu untuk Pemisahan Monasit dari Tailing Penambangan Timah.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Ia berusaha menghadirkan inovasi dalam pengolahan logam tanah jarang di Indonesia.

Namun, perjalanan itu tidak mudah. Usia membuatnya beberapa kali terhambat secara fisik.

Bahkan, tepat sebelum sidang promosi doktor, ia sempat dilarikan ke rumah sakit. Meski demikian, ia justru merasa lebih sehat selama kuliah.

“Mungkin karena saya menjalaninya dengan senang dan sepenuh hati juga,” ucap ibu tiga anak dan nenek lima cucu ini.

Didukung Keluarga dan Lingkungan

Awalnya, anak-anak Wiwik sempat mengkhawatirkan kondisinya. Namun melihat kegigihan sang ibu, akhirnya mereka memberikan dukungan penuh.

Begitu pula dengan kampus tempatnya mengajar yang selalu memberi ruang agar ia dapat fokus menyelesaikan studinya.

Dengan dukungan tersebut, ia mampu menuntaskan program doktoralnya hanya dalam waktu tiga tahun.

Bagi Wiwik, kunci keberhasilan adalah keyakinan dan fokus pada tujuan.

“Jika kita punya keyakinan, maka mantapkan dan jalani itu dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Ia masih memiliki 1,5 tahun masa kerja sebelum pensiun, dan bertekad menggunakan waktu itu untuk berkarya sebanyak mungkin. Bahkan, setelah pensiun pun ia ingin tetap memberi manfaat.

Baginya, gelar doktor bukanlah akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses hidup yang penuh makna.

“Saya harap perjalanan ini dapat menjadi inspirasi generasi muda dalam menuntut ilmu,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Wali Kota Eri Minta Dispendukcapil dan DPMPTSP Bahas Perizinan Kos-kosan dengan Komisi A DPRD Surabaya

Baca Selanjutnya

Diduga Keracunan, 6 Siswa SMK Negeri Palang Dilarikan ke RSUD Koesma Tuban setelah Santap MBG

Tags:

ITS Wisudawan tertua ITS Wisuda ITS Dra. Wiwik Dahani kisah inspiratif S3 Kimia ITS surabaya kisah inspiratif Surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar