KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang masih dihadapkan dengan kasus kematian ibu dan anak. Sebagai upaya intervensi, program RT Berkelas menjadi salah satu alat yang dapat digunakan untuk menekan kasus tersebut.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menjelaskan upaya tersebut untuk mewujudkan kematian ibu dan bayi termasuk kasus stunting mendekati nihil. Terlebih Kota Malang juga memiliki visi Ngalam Tahes dan pekerjaan rumah untuk menurunkan angka stunting sebesar 8 persen.
"Kita ada kader posyandu dan semua kita libatkan agar tidak kecolongan. Jadi identifikasi awal data dari kelurahan. Mumpung ada program RT Berkelas, bagian dari sosialisasi itu kan ada untuk pengamanan sosial, nanti kita masukkan," ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Apabila dalam pendataan ditemukan wilayah dengan angka kasus tinggi, maka program RT Berkelas di 2027 dapat diarahkan lebih spesifik untuk pendampingan kesehatan masyarakat.
"Bisa jadi 2027 sebagian arah RT Berkelas untuk pendampingan, peningkatan kesehatan masyarakat. Kita sudah minta semua kelurahan untuk mendata, responsif, turun langsung ke masyarakat, ke RT RW," lanjutnya.
Baca Juga:
UM Gandeng PolyU Hong Kong, Perkuat Daya Saing Global Lewat Kolaborasi StrategisMenurutnya, saat ini masih ditemukan kasus kehamilan yang tak terlaporkan maupun tak dikehendaki. Kondisi tersebut berisiko luput dari pengawasan medis dan berpotensi meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi.
"RT Berkelas itu implementasi dari RPJMD yang sudah kita tetapkan, yang mengisi atau menjelaskan Dasa Bakti dan program unggulan. Butuh kesadaran di masyarakat, sekaligus responsibilitas yang tinggi dari Puskesmas, perangkat daerah untuk identifikasi masyarakat yang mengandung agar segera diperiksakan," katanya.
Pemenuhan target nihil kematian ibu dan anak membutuhkan penguatan dari segala pihak. Program RT Berkelas mampu menjadi jembatan untuk menyukseskan program pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, namun juga pembangunan manusia, terutama kesehatan.
"Kita sudah ada inisiatif lewat Dinkes untuk pemenuhan tenaga kesehatannya, fasilitas kesehatan, semua Puskesmas sudah ada USG. Spesialis kandungan yang bisa menganalisa kondisi kesehatan, kesiapan ibu ketika mau melahirkan atau pasca melahirkan. Masa rawannya bisa dipantau oleh tim kesehatan," tutupnya. (*)