KETIK, JAKARTA – Kebiasaan menggunakan earphone dalam waktu lama ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan telinga, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gangguan pendengaran memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko isolasi sosial, depresi, hingga penurunan fungsi kognitif.

Kepala Divisi Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) di Trillium Health Partners sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Temerty University of Toronto, Dr. Janet Chung, mengatakan paparan suara keras secara berulang menjadi salah satu faktor yang dapat memicu gangguan pendengaran.

"Paparan suara keras, terutama jika terjadi berulang, dapat menyebabkan gangguan pendengaran," kata Chung, seperti dilansir Best Health, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Chung, ketika kemampuan mendengar mulai menurun, dampaknya tidak hanya dirasakan pada telinga.

Baca Juga:
Dinkes Lebak Perkuat Program Kesehatan Keluarga melalui Pembinaan Teknis di Puskesmas Maja

Seseorang juga dapat mengalami kesulitan mengikuti percakapan sehari-hari, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi interaksi sosial.

Kondisi tersebut, kata dia, dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan mental dan fungsi otak.

Beberapa studi bahkan menemukan adanya hubungan antara penurunan pendengaran dengan meningkatnya risiko depresi dan penurunan kemampuan kognitif.

"Komunikasi sehari-hari adalah alasan terpenting mengapa kesehatan telinga sangat penting. Telinga yang sehat memungkinkan kita mempertahankan hubungan, membangun hubungan baru, dan menikmati kehidupan," ujarnya.

Baca Juga:
Hasil CKG 2026 Ungkap Kecemasan dan Depresi pada Pelajar SMP dan SMA di RI Meningkat

Penggunaan earphone secara terus-menerus, terutama dengan volume tinggi, menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai.

Chung menyarankan agar pengguna menjaga volume earphone tidak melebihi 70 persen dari kapasitas maksimal perangkat.

Selain itu, pengguna juga dianjurkan memberikan waktu istirahat bagi telinga di sela-sela aktivitas kerja.

Menggunakan earphone dari pagi hingga sore tanpa jeda dinilai dapat meningkatkan risiko kelelahan pendengaran.

Melepas earphone selama beberapa menit secara berkala dapat membantu telinga kembali beradaptasi dengan lingkungan yang lebih tenang dan mengurangi risiko munculnya gejala seperti telinga berdenging atau terasa penuh.

Chung menegaskan, masyarakat tidak boleh menganggap remeh gejala penurunan pendengaran.

Jika muncul keluhan seperti nyeri telinga, denging, atau penurunan kemampuan mendengar secara tiba-tiba, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

Menurutnya, kehilangan pendengaran mendadak dalam beberapa kasus dapat dipicu oleh infeksi virus dan membutuhkan penanganan secepat mungkin untuk mencegah dampak yang lebih serius.

"Penanganannya harus dilakukan sesegera mungkin," tegas Chung.(*)