Tak Hanya Blangkon Beji, Klinting Ngawen Godean Ikut Dipromosikan sebagai Wisata Edukasi Penggerak UMKM Sleman

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Mustopa

5 Des 2025 02:18

Thumbnail Tak Hanya Blangkon Beji, Klinting Ngawen Godean Ikut Dipromosikan sebagai Wisata Edukasi Penggerak UMKM Sleman
Momen kebersamaan Diskominfo dan sobat media Sleman dalam Pers Tour, Sabtu 29 November 2025, untuk mengangkat kembali potensi budaya, mulai dari Klinting Ngawen hingga Blangkon Beji di Godean. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Di tengah gempuran produk modern, Dusun Beji di Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Sleman, gigih mempertahankan identitasnya sebagai pusat warisan budaya.

Kampung ini, yang telah menjadi Sentra Kerajinan Blangkon sejak lama, kini didorong menjadi destinasi ideal wisata edukasi, terutama bagi pelajar yang menjalani study tour maupun keluarga pada periode liburan akhir tahun.

Dukuh Beji, Warsidi, menegaskan bahwa kerajinan blangkon di wilayahnya bukan sekadar usaha, melainkan warisan turun-temurun yang telah ada jauh sebelum era 1950-an, menjadikannya sentra tertua di Sleman.

"Pembuatan blangkon ini telah menjadi warisan turun-temurun dari nenek moyang. Dahulu, satu-satunya pengrajin blangkon di Sleman hanya ada di Beji, meskipun kini sudah berkembang di beberapa wilayah lain," tutur Warsidi.

Saat ini, terdapat sekitar 14 perajin aktif yang tergabung dalam paguyuban, mereka bisa memproduksi berbagai gaya blangkon klasik seperti Ngayogyakarta, Surakarta, Banyumasan, dan Mataraman.

Foto Keahlian Turun-Temurun: Perajin di Sentra Blangkon Beji, Godean, Sleman, sedang merampungkan proses penjahitan dan pelipatan blangkon, sebuah warisan budaya yang telah bertahan sejak era Jepang. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)Keahlian Turun-Temurun: Perajin di Sentra Blangkon Beji, Godean, Sleman, sedang merampungkan proses penjahitan dan pelipatan blangkon, sebuah warisan budaya yang telah bertahan sejak era Jepang. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)

Kualitas Warisan Keraton dan Pasar Global

Kualitas blangkon Beji bukan isapan jempol. Khoirudin (75), seorang perajin senior yang memulai usahanya sejak 1965, membuktikan bahwa produknya dipercaya oleh pihak Keraton Yogyakarta. Ia pernah melayani pesanan hingga 500 buah untuk keperluan abdi dalem dan kerabat keraton.

Tak hanya lingkar Keraton, karya perajin Beji juga menjangkau publik figur nasional, termasuk pesanan 275 blangkon gaya Yogyakarta untuk panitia pernikahan artis Raffi Ahmad.

Bahkan, blangkon Beji telah menembus pasar internasional, dengan pesanan yang dikirimkan ke Suriname, Jepang, dan Malaysia. Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp75.000 hingga produk batik sutra atau batik tulis yang mencapai jutaan rupiah.

Arif Suka Rahmawan, salah satu pengurus Kelompok Perajin Blangkon Rukun Agawe Sentosa, mengatakan bahwa sentra ini terbuka lebar bagi wisatawan.

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

"Banyak siswa dan kelompok dari luar daerah datang ke Beji untuk belajar membuat blangkon secara langsung. Kunjungan ini memberikan nilai edukasi tinggi karena wisatawan menyaksikan proses pembuatan yang sebagian besar masih manual," ujarnya.

Diskominfo Ungkit Eksposur Media

Potensi budaya ini kembali mencuat di media setelah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar pers tour bertema ‘Menelusuri Kearifan Lokal: Dari Klinting Ngawen Hingga Blangkon Beji’.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 29 November 2025 ini bertujuan memberikan ruang publikasi lebih luas bagi kerajinan tradisional.

Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa eksposur mengenai kerajinan blangkon ini di media mulai berkurang dalam beberapa tahun terakhir.

"Pemberitaan di media mengenai Blangkon Beji terakhir diperbarui sekitar tahun 2021. Itulah yang mendorong kami mengajak sobat media berkolaborasi untuk kembali mengangkat, mengekspos, dan memberikan manfaat bagi Padukuhan Beji," terang Budi Santosa Kamis 4 Desember 2025.

Diakui Budi, pers tour tempo hari menjadi upaya strategis Pemkab Sleman untuk menghidupkan kembali narasi dan promosi sentra Blangkon Beji sebagai kekayaan budaya lokal.

Foto Kerajinan logam klinting dan klontong dari Padukuhan Ngawen, Godean, Sleman.  Sebelum pandemi, kerajinan kuningan ini merupakan mata pencaharian utama sejumlah warga di wilayah Ngawen. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)Kerajinan logam klinting dan klontong dari Padukuhan Ngawen, Godean, Sleman.  Sebelum pandemi, kerajinan kuningan ini merupakan mata pencaharian utama sejumlah warga di wilayah Ngawen. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)

Tantangan Regenerasi dan Harapan HKI

Meskipun mendapat perhatian kembali, para perajin menghadapi tantangan besar terkait regenerasi dan persaingan ketat. Dukuh Beji, Warsidi, mengungkapkan harapan agar para perajin selalu menerima kunjungan maupun pendampingan dari dinas terkait.

"Para pengrajin blangkon selalu berharap menerima pendampingan seperti ini, yang nantinya memberi dampak positif pada proses produksi hingga pemasaran, serta membantu kami mencari solusi dari berbagai kendala yang ada," katanya.

Harapan krusial lainnya adalah dukungan pemerintah, khususnya untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna melindungi ciri khas dan identitas produk blangkon Beji, menjamin pelestarian warisan budaya ini di tengah arus modernisasi.

Menjaga Gema Klinting Kuningan Ngawen

Setelah rangkaian eksplorasi kekayaan budaya di Sentra Blangkon Beji, rombongan press tour yang diselenggarakan oleh Diskominfo Sleman melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua: Sentra Pengrajin Logam (Klinting) di Padukuhan Ngawen, Sidokarto, Godean.

Kunjungan ini menyoroti fokus Pemkab Sleman yang tidak hanya terbatas pada satu warisan budaya, melainkan menyasar potensi lokal yang mulai terpinggirkan. Kepala Dukuh Ngawen, Imam Nugroho, menjelaskan bahwa sebelum pandemi Covid-19, kerajinan logam khususnya produksi klinting (lonceng kecil) dan klontong menjadi mata pencaharian utama hampir satu rukun tetangga (RT) di wilayahnya.

"Namun, saat pandemi berlangsung sekitar tahun 2020, pendapatan para pengrajin mengalami penurunan yang cukup signifikan," ungkap Imam Nugroho.

Penurunan ini mengancam keberlanjutan kerajinan kuningan yang telah menjadi identitas lokal tersebut. Oleh karena itu, kunjungan wartawan dan kolaborasi dengan Diskominfo Sleman disambut baik. Imam Nugroho berharap, publikasi yang dihasilkan dari press tour ini dapat menjadi solusi awal.

"Dengan adanya kunjungan ini, kami berharap kerajinan kuningan di Padukuhan Ngawen dapat kembali eksis dan dilestarikan. Kami ingin mendapat solusi agar kerajinan ini dapat dikenal oleh masyarakat lebih luas lagi, serta membuka kembali peluang pasar yang sempat hilang," pungkasnya, menunjukkan pentingnya peran media dalam revitalisasi ekonomi dan budaya lokal. (*)

Baca Juga:
Syawalan di Sleman, Sri Sultan HB X: Orang Arif Takut Melanggar Norma
Baca Sebelumnya

Bassam–Helmi Dorong Integrasi Ekonomi Laut dan Akses Air Bersih Desa di Kayoa

Baca Selanjutnya

Spektakuler! Grand Mercure Malang Mirama Pamerkan Kereta Api Cokelat Raksasa Akhir Tahun ini

Tags:

Blangkon Beji Sentra Blangkon Klinting Ngawen Godean Sleman wisata edukasi Study tour wisata budaya Kearifan lokal Destinasi Wisata Sleman Pemkab Sleman Diskominfo Sleman UMKM Sleman ekonomi lokal kerajinan tangan warisan budaya Blangkon Keraton

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar