KETIK, MALANG – Kemampuan menyusun dokumen hukum dan bekerja dalam tim mengantarkan enam mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meraih Juara 2 Nasional Kompetisi Legal Contract Drafting dalam ajang Muamalah Fair 2026 yang diselenggarakan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pada 28 September 2026.
Kompetisi yang diikuti 12 peserta ini menguji kemampuan mahasiswa dalam menyusun kontrak sekaligus mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan juri.
Delegasi UIN Malang terdiri atas Fitrotul Maulida Fatma, Laili Khilyatul Azza, Nabila Assyakur, dan Alfan Nasrulloh Wijaya dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
Dua anggota lainnya, Sulaiman Arif dan Abduh Al-Hafiedz, berasal dari Program Studi Hukum Tata Negara. Keenam mahasiswa tersebut dibimbing oleh Aditya Prastian Supriyadi, S.H., M.H.
Kompetisi Legal Contract Drafting tidak hanya menguji pemahaman peserta terhadap aspek hukum, tetapi juga kemampuan menerjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam dokumen kontrak yang sistematis. Peserta dituntut mencermati persoalan, merumuskan ketentuan, serta menyusun hak dan kewajiban para pihak secara tepat.
Baca Juga:
CLAWFEST Vol. V UIN Malang Digelar, 138 Peserta Ikuti Kompetisi Hukum Tingkat NasionalPada babak final, tantangan tidak berhenti pada penyusunan dokumen. Delegasi juga harus mampu mempresentasikan hasil kerja dan menjelaskan dasar pemikiran hukum yang digunakan. Kondisi tersebut membuat peserta dituntut menguasai materi sekaligus memiliki kemampuan komunikasi dan argumentasi yang baik.
Bagi Fitrotul Maulida Fatma, pengalaman mengikuti kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk menguji pengetahuan yang selama ini diperoleh dalam pembelajaran akademik.
Ia menilai proses persiapan hingga babak final memberikan pengalaman baru, terutama dalam menyusun dokumen hukum secara bersama-sama.
“Bagi saya, mengikuti kompetisi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami tidak hanya belajar menyusun kontrak, tetapi juga belajar bagaimana bekerja dalam tim, berdiskusi, dan mempertanggungjawabkan hasil yang kami susun,” ungkap Fitrotul.
Baca Juga:
CDC UIN Malang Gelar Job Fair, Jembatani Alumni dengan Perusahaan“Sampai bisa meraih Juara 2 tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang hukum,” imbuhnya.
Menurutnya, keberadaan anggota tim dari dua program studi juga memberikan pengalaman tersendiri. Perbedaan latar belakang keilmuan membuat setiap anggota memiliki sudut pandang yang dapat saling melengkapi selama proses penyusunan dan persiapan menghadapi kompetisi.
“Setiap anggota memiliki cara pandang dan pemahaman yang berbeda. Justru dari perbedaan itu kami belajar untuk berdiskusi, menyatukan pendapat, membagi tugas, dan mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan bersama,” lanjut Fitrotul.
Kolaborasi mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Tata Negara tersebut menjadi salah satu aspek yang memperkaya proses kompetisi.
Dua bidang kajian yang memiliki karakter berbeda dipertemukan dalam satu tim untuk menyelesaikan persoalan hukum yang membutuhkan ketelitian, analisis, dan kemampuan menyusun argumentasi.
Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran hukum tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kompetisi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan melalui kegiatan yang menuntut kemampuan analisis, penyusunan dokumen hukum, komunikasi, dan kerja sama
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, M.H., mengapresiasi capaian yang diraih keenam mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi dalam kompetisi menjadi salah satu bentuk implementasi kemampuan akademik mahasiswa sekaligus sarana untuk mengembangkan keterampilan praktis.
“Kami mengapresiasi capaian mahasiswa Fakultas Syariah yang berhasil meraih Juara 2 Legal Contract Drafting dalam Muamalah Fair 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan hukum dalam kompetisi yang bersifat praktis dan kompetitif,” ujar Miftahul Huda.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dari dua program studi dalam satu tim menjadi hal positif yang perlu terus dikembangkan. Kolaborasi lintas bidang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat persoalan hukum dari perspektif yang lebih beragam.
“Kolaborasi lintas program studi seperti ini perlu terus didorong karena memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk melihat persoalan hukum dari berbagai perspektif. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan berani berprestasi di tingkat yang lebih luas,” tambahnya.
Bagi Fakultas Syariah UIN Malang, capaian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak prestasi mahasiswa sekaligus menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam forum akademik di luar lingkungan kampus.
Muamalah Fair 2026 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan mereka dalam suasana kompetitif dan berhadapan dengan peserta dari perguruan tinggi lain.
Kemampuan menyusun kontrak, bekerja secara kolaboratif, menyampaikan argumentasi, dan mempertanggungjawabkan hasil kerja menjadi merupakan keterampilan yang memiliki relevansi dengan dunia profesional.
Pengalaman mengikuti kompetisi salah satu cara bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara langsung.
Raihan Juara 2 Legal Contract Drafting dalam Muamalah Fair 2026 akhirnya bukan hanya menjadi capaian kompetitif bagi enam mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang.
Prestasi tersebut juga menjadi gambaran bagaimana pengetahuan hukum dapat dipadukan dengan keterampilan praktis, komunikasi, dan kerja sama lintas program studi untuk menghasilkan prestasi di tingkat perguruan tinggi.(*)