Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili Memasuki Tahun Ular Kayu, Ini Filosofinya

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

29 Jan 2025 19:48

Headline

Thumbnail Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili Memasuki Tahun Ular Kayu, Ini Filosofinya
Dosen Chinese Department Petra Christian University, Elisa Christiana saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu, 29 Januari 2025. (Foto; Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Peringatan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili menandakan masuknya tahun ular kayu. Dosen Chinese Department Petra Christian University, Elisa Christiana mengatakan, tahun ular kayu banyak filosofinya.

Dalam budaya Tionghoa, tahun ini sebenarnya merepresentasikan kombinasi antara unsur api dan kayu yang saling mendukung.

"Kayu membakar api, melahirkan simbol terang yang menjadi petunjuk dan harapan untuk masa depan. Jadi, ini adalah tahun yang baik untuk memasuki fase baru dengan optimisme,” ujar Elisa, Rabu, 29 Januari 2025.

Elisa menekankan bahwa unsur api dalam tahun ini memberikan energi dan simbol kehidupan. Dengan penafsiran ini menunjukkan bagaimana tradisi Tionghoa berupaya mencari harmoni dalam setiap elemen kehidupan.

Salah satunya penggunaan dekorasi Imlek, ada makna yang diyakini oleh masyarakat Tionghoa. Dekorasi tidak harus mahal, tapi mampu menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru.

“Misalnya, bunga musim semi maupun buah kimkit yang melambangkan rezeki, serta hiasan bambu. Dekorasi ini tidak hanya estetis, tapi juga menyampaikan harapan akan keberuntungan di tahun baru,” terang Elisa.

Pada tahun ular kayu ini, dekorasi khusus yang menonjolkan simbol ular juga bisa menjadi pilihan menarik. Selain mempersiapkan dekorasi, penting untuk memahami pantangan Imlek. Salah satunya, tidak menyapu pada hari pertama tahun baru.

“Ini bukan hanya soal pantangan, tetapi lebih pada filosofi dalam menghormati hoki yang dianggap datang pada hari tersebut," terangnya.

Baca Juga:
Alami Lonjakan Penumpang Selama Libur Panjang Imlek, KAI Daop 8 Layani Lebih dari 215 Ribu Penumpang

Elisa mengingatkan untuk tidak bertengkar atau memecahkan barang. "Karena hal ini dipercaya dapat memengaruhi harmoni di sepanjang tahun,” terangnya.

Sementara secara umum, Elisa menjelaskan, Imlek bukanlah perayaan keagamaan, melainkan bagian dari tradisi budaya Tionghoa. “Imlek adalah pertanda memasuki musim baru. Penanggalan Tionghoa ini berbasis musim, dan Imlek menandai musim semi atau sin chun,” jelasnya.

Salah satu tradisi yang paling ditunggu saat Imlek, tak lain adalah angpao. Elisa menuturkan, nilai utama dari angpao bukanlah jumlah uang di dalamnya, melainkan makna amplop berwarna merah yang biasa digunakan untuk memberi angpao.

“Amplop merah melambangkan doa dan harapan dari orang yang lebih tua kepada anak-anak, agar mereka tumbuh sehat, bijaksana, dan sukses,” katanya.

Sayangnya, modernisasi sering kali menggeser makna ini, sehingga banyak orang lebih memfokuskan pada jumlah uang yang diterima, ketimbang nilai simboliknya. Elisa menekankan, perayaan Imlek dengan semua tradisi dan filosofinya merupakan salah satu cara masyarakat Tionghoa menjaga warisan budaya mereka.

“Imlek adalah perayaan penuh harapan, menyambut musim baru dengan optimisme. Jika kita memahami makna di balik tradisi ini, kita bisa merayakannya dengan cara yang lebih autentik dan bermakna,” pungkas Elisa. (*)

Baca Juga:
Puncak Arus Balik, 4.800 Penumpang Padati Terminal Arjosari dalam Sehari
Baca Sebelumnya

Atap Bocor, Dinding Lapuk, Masjid Jamiatul Mukmin Simeulue Memprihatinkan

Baca Selanjutnya

Intip Gagasan Empat Profesor UB, Ada yang Bahas Alih Fungsi Hutan hingga Pencemaran Air

Tags:

imlek Tahun Baru Imlek Imlek 2576 Kongzili Universitas Kristen Petra Tahun Ular Kayu

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar