KETIK, JAKARTA – Wacana pemberlakuan Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup yang sempat muncul ke publik mendapat dukungan dari mayoritas masyarakat Indonesia.

Hasil survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan, sebanyak 94,5 persen responden setuju jika SIM berlaku seumur hidup sehingga tidak perlu diperpanjang setiap lima tahun sekali.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan tingginya dukungan tersebut menjadi masukan bagi pemerintah, khususnya Kapolri yang baru Jenderal Suyudi Ario Seto, untuk mempertimbangkan kebijakan tersebut.

“Ini tantangan bagi Kapolri yang baru bahwa 94,5 persen masyarakat Indonesia mendukung atau setuju berlaku seumur hidup. Supaya tidak mengurus SIM setiap lima tahun sekali,” kata Pangi saat memaparkan hasil survei bertajuk Evaluasi 2 Tahun Kinerja Pemerintah, Program Prioritas, dan Isu Aktual, Kamis, 22 Oktober 2026

Menurut Pangi, hasil survei tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan pelayanan publik yang lebih memudahkan masyarakat.

Baca Juga:
Survei Voxpol: 93,1 Persen Masyarakat Indonesia Tak Setuju Harga BBM Subsidi Naik

“Artinya, ini menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah ke depan supaya rakyat tidak sibuk memperpanjang SIM,” ujarnya.

Sementara itu, hanya 4,9 persen responden yang menyatakan tidak setuju terhadap pemberlakuan SIM seumur hidup.

Besarnya dukungan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa penyederhanaan proses administrasi SIM menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian publik.

Survei Voxpol Center Research and Consulting ini dilakukan pada 3–12 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

Baca Juga:
Survei Voxpol: 92,8 Persen Masyarakat Setuju Sekolah Gratis hingga Perguruan Tinggi

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.

Dari sisi komposisi responden, jumlah laki-laki dan perempuan masing-masing mencapai 50 persen.

Berdasarkan kelompok usia, responden didominasi generasi milenial sebesar 36,1 persen. Selanjutnya, generasi X mencapai 34,3 persen, generasi Baby Boomer sebesar 16,6 persen, dan generasi Z sebanyak 13 persen. (*)