KETIK, BLITAR – Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi yang akrab disapa Kuwat, mendapat apresiasi atas kiprahnya sebagai pimpinan legislatif melalui penghargaan Tokoh Kepemimpinan Legislatif Inspiratif Kabupaten Blitar.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang 9.9 Awarding bertema “Melesat Hebat” yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Ketik.com di Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Rabu 9 September 2026.
Bagi Kuwat, penghargaan tersebut bukan semata-mata sebuah piala atau piagam yang diterima dalam sebuah panggung penghormatan.
Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pengingat atas tanggung jawab seorang wakil rakyat untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Semoga piala dan piagam yang saya terima ini dapat menjadi pengingat agar saya selalu melayani masyarakat dengan sebaik mungkin,” ujar Kuwat, Senin 14 September 2026.
Baca Juga:
Operasi Batu Ginjal Minim Sayatan, Layanan Urologi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Terus DikembangkanPernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana Kuwat memaknai penghargaan bukan sebagai akhir dari sebuah capaian, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab yang harus terus dijalankan.
Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Blitar, posisi yang diembannya menempatkan dirinya pada ruang strategis dalam menjalankan fungsi representasi masyarakat, pembentukan kebijakan daerah, hingga pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan legislatif tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga dari sejauh mana suara masyarakat dapat diterjemahkan menjadi perhatian dan kebijakan publik.
Kuwat pun berharap penghargaan tersebut dapat menjadi energi untuk terus menjaga komunikasi antara lembaga legislatif dengan masyarakat.
Baca Juga:
Terima Award 9.9 Ketik, Ning Lia Sampaikan Pesan untuk Generasi MudaIa juga memberikan apresiasi terhadap Ketik.com yang telah memberikan penghargaan sekaligus berharap media mampu menjaga profesionalitas dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
“Semoga Ketik.com selalu bisa menyajikan berita dengan berimbang, objektif, dan semakin melesat hebat,” imbuhnya.
Harapan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat.
Media tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan memberikan ruang bagi publik untuk memahami persoalan secara lebih utuh.
Dalam kehidupan demokrasi, pers dan lembaga legislatif memiliki ruang kerja yang berbeda, tetapi sama-sama bersinggungan dengan kepentingan masyarakat.
Legislatif menjalankan fungsi representasi dan pengawasan, sementara pers menjalankan fungsi informasi, kontrol sosial, pendidikan publik, serta menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan.
Karena itu, hubungan antara media, pemerintah dan masyarakat idealnya dibangun melalui keterbukaan, kritik yang konstruktif, serta penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi.
Pesan mengenai pentingnya peran media juga disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam acara tersebut.
Khofifah menekankan bahwa media memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus bagian dari ekosistem demokrasi.
“Kita ingin media yang menjunjung tinggi objektivitas. Bahwa seluruh informasi yang kita sampaikan itu mengedukasi,” ujarnya.
Ajang 9.9 Awarding tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir, serta jajaran tokoh nasional dari unsur Polri, TNI, Kejaksaan dan berbagai elemen lainnya.
Penghargaan kepada Kuwat menjadi salah satu catatan dalam momentum tersebut.
Di tengah dinamika pemerintahan daerah dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks, kepemimpinan legislatif dituntut tidak berhenti pada ruang sidang dan agenda kelembagaan.
Kepemimpinan harus mampu diterjemahkan dalam bentuk keberpihakan terhadap kepentingan publik, keterbukaan terhadap aspirasi, serta komitmen menjaga fungsi DPRD sebagai representasi masyarakat.
Bagi Kuwat, penghargaan itu akhirnya kembali pada satu pesan sederhana: semakin tinggi apresiasi yang diterima, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijaga.
Piala boleh berdiri di atas meja, tetapi nilai sebuah penghargaan justru akan ditentukan oleh apa yang dilakukan setelahnya.
Dan bagi seorang legislator, ukuran akhirnya tetap sama seberapa jauh keberadaannya memberi manfaat bagi masyarakat yang diwakilinya.