KETIK, CILACAP – Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bina Bangsa Bersama (B3) Cilacap menggelar Tecnical Meeting, Pembukaan Basic Mechanic Course (BMC), Mechanic dan Operator Batc 5. Acara digelar di BLKK Chasaniyah jalan Dr. Radjiman Cilacap, Sabtu 13 Juni 2026.

Direktur LPKS Bina Bangsa Bersama Cilacap, Mukholid Anshori menyampaikan, kegiatan pelatihan di Workshop LPKS B3 mengasah skill baru lulusan SMK, SMA dan MA yang ingin memasuki dunia kerja secara profesional.

"Pelatihan di B3 kami mencakup pelatihan mengemudi, mekanik mobil, mekanik motor, mekanik alat berat dan operator alat berat yang nantinya trainee akan mendapatkan SIM, sertifikat BNSP dan BMC dan mendapat surat izin operator (SIO) sesuai dengan job yang dipilih. Hal tersebut merupakan syarat mutlak untuk bisa mengoperasikan alat berat sekaligus legalitas bekerja di perusahaan," ujar Mukholid.

LPKS B3 sukses memberangkatkan siswa didiknya, batc 1 ke Kalimantan Tengah, Batc 2 dan 3 ke Halmahera Maluku Utara, pada batc 4 masa pelatihan belum selesai sudah diminta bekerja di Tanggerang Provinsi Banten dan batc 5 sebanyak 21 peserta sedang dididik dalam pelatihan BMC.

Legalisasi LPKS B3 Cilacap bernaung di bawah Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Cilacap dan Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap.

Baca Juga:
RSUD Cilacap Targetkan Layanan Cath Lab Beroperasi Akhir Juli 2026

"Dari kedua Kementerian tersebut kami sudah terakreditasi dari Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LALPK)," katanya.

Mukholid mengklaim, untuk biaya pelatihan di LPKS B3 lebih kompetitif dibanding luar daerah Cilacap yang rata-rata lebih tinggi.

"Untuk operator biaya kami masih dibawah rata-rata, seperti eksavator rata-rata Rp 15 juta, sementara kami masih Rp12.750.000. Jadi untuk masyarakat Cilacap tentu masih bisa memilih dengan efisiensi nilai ekonomi di lembaga kami," pungkas Mukholid.

Sementara itu Direktur Executive Basic Mechanic Course (BMC), Barco Aldi Nugroho mengungkapkan kunci sukses cepat memberangkatkan peserta didik LPKS B3 adalah keunggulan yang dimiliki lembaganya yakni semua lulusan bersertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai syarat mutlak dan instruktur B3 sudah berpengalaman bekerja di dunia tambang.

Baca Juga:
Kades di Cilacap Bantah Dugaan Pencurian Pohon, Tolak Ganti Rugi dalam Jumlah Besar

"Alhamdulillah kepercayaan publik di Kabupaten Cilacap dan pada umumnya di Jawa Tengah bahwa salah satu lembaga terbaik adalah LPKS Bina Bangsa Bersama Cilacap dengan instruktur eks tambang yang sudah berpengalaman dibidangnya baik mekanik dan operator," pungkas Barco.

Lebih lanjut Barco mengatakan untuk almamater dari BMC B3 semuanya sudah diterima di perusahaan tambang.

"Inilah bentuk kepercayaan masyarakat. Kiat kami adalah menerapkan kedisiplinan, membentuk SDM menjadi pekerja yang berkualitas tinggi sehingga banyak perusahaan yang merekrut," bebernya.

"Harapannya, siswa didik kami dapat berguna bagi Nusa dan Bangsa dan dapat mensejahterakan keluarganya, ini sesuai dengan cita-cita kami," ungkap Barco.

Senada, mitra LPKS B3 Hasan Bisri apresiasi terhadap lembaga tersebut.

"Ini luar biasa, LPKS B3 sukses memberangkatkan siswa didiknya ke perusahaan-perusahaan tambang yang bonafide," pungkasnya.

"Prinsipnya, perusahaan besar tidak hanya membutuhkan person tapi pekerja yang sudah berpengalaman, punya kapasitas dan keilmuan terkait dengan pengetahuan alat berat," lanjutnya.

Hasan menuturkan mitra dari BMC B3 ini jaringannya sangat luas dan banyak, ia berharap siswa didiknya dapat segera bekerja seperti senior-seniornya. (*)