KETIK, JAKARTA – Suhu udara Madinah, Arab Saudi, Senin (29/5/2023) dilaporkan mencapai 40 derajat celsius. Untuk itu, jemaah haji asal Indonesia diminta waspada.
Tingginya suhu udara disebabkan kelembaban udara yang rendah. Akibatnya, hawa panas terasa menyengat tetapi tidak membuat tubuh berkeringat.
"Hal ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang bisa menghambat jemaah menjalankan ibadah," ucap Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. M. Imran dalam keterangan resmi Kemenag RI, Selasa (30/5/2023).
Menurut Imran, terdapat sejumlah penyakit yang bisa timbul akibat suhu panas tersebut. Salah satunya infeksi saluran pernapasan atas (ispa). Gejala yang bisa dirasakan jemaah adalah batuk.
Baca Juga:
Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah SuciPasalnya, udara panas menyebabkan lapisan dalam mulut dan hidung kering. Selain itu, dehidrasi serius juga mengancam para jemaah.
Sebab, rasa haus kerap tak terasa ketika berkegiatan di luar ruangan. "Kondisi dehidrasi juga sangat berbahaya bagi jemaah lansia, karena banyak lansia yang mengalami gangguan persepsi haus," kata Imran.
Penyakit yang juga dapat dialami jemaah haji adalah heat exhaustion atau kelelahan karena panas. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya heat stroke.
Imran menambahkan, penyakit terakhir adalah kaki melepuh. Sebab, suhu tinggi membuat alas kaki maupun tempat pijakan sangat panas.
Baca Juga:
Kemenhaj Surabaya Bagikan 800 Unit Koper Jemaah Calon Haji Secara Bertahap"Di Madinah, jemaah haji akan menjalankan salat Arbain. Dalam satu hari, jemaah akan berulang ke masjid Nabawi untuk menjalankan salat wajib," kata Imran.(*)