Suharso Ungkap Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Masih Tinggi

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Marno

6 Apr 2023 07:08

Thumbnail Suharso Ungkap Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Masih Tinggi
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa. (Foto: Instagram@suharsomonoarfa)

KETIK, JAKARTA – Ketimpangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita antarprovinsi masih terjadi di Indonesia. Ada 20 provinsi dengan penghasilan menengah ke bawah. Hal ini dijelaskan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Dirinya mengatakan saat ini menurut data tahun 2022 hanya ada 2 provinsi yang memiliki penghasilan tinggi atau masuk kategori high income, yakni DKI Jakarta dan Kalimantan Timur dengan masing-masing PDRB US$20.103 dan US$16.083.

"Masih banyak daerah-daerah yang bahkan masih di lower middle income (penghasilan menengah bawah), termasuk di Jawa sendiri," kata Suharso dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (5/4/2023).

Selain itu, Ia menambahkan saat ini terdapat 20 provinsi yang masuk kategori berpenghasilan menengah ke bawah. Antara lain Jawa Barat US$3.304, Jawa Tengah US$2.840, Banten dengan PDRB US$4.109, Kalimantan Selatan US$4.048, Papua US$4.003, dan Sulawesi Selatan US$3.978.

Baca Juga:
Gelar Rakernas, DPD RI Sinkronisasi Pembangunan Pusat–Daerah dengan Bappeda Se-Indonesia

Lalu, Sulawesi Tenggara dengan PDRB US$3.959, Bali US$3.743, Maluku Utara US$3.621, Sumatra Barat US$3.409, Kalimantan Barat US$3.110, dan Lampung US$3.041.

Kemudian, DI Yogyakarta dengan PDRB sebesar US$2.968, Bengkulu US$2.947, Gorontalo US$2.688, Aceh US$2.638, Sulawesi Barat US$2.498, Maluku US$1.923, NTB US$1.9232, dan NTT US$1.463.

Sementara itu, 13 provinsi lainnya masuk kategori upper middle income atau berpenghasilan menengah ke atas. Provinsi ini antara lain Jawa Timur dengan jumlah PDRB US$4.472, Kalimantan Utara US$32.843, Riau US$10.101, Kepulauan Riau US$9.546, Sulawesi Tengah US$7.112, Papua Barat US$5.198, dan Jambi US$5.127.

Lalu, Kalimantan Tengah US$4.915, Sumatra Selatan US$4.605, Sulawesi Selatan US$4.420, Bangka Belitung US$4.296, dan Sumatra Utara US$4.258.

Baca Juga:
Tancap Gas Awal Tahun, Wabup Malang Sukses Amankan Proyek Strategis dari Bappenas

Dalam rapat tersebut, Suharso turut menyinggung cara untuk keluar dari middle income trap. Ia menilai tidak cukup jika pertumbuhan ekonomi hanya 5%. Ekonomi harus tumbuh setidaknya mencapai 6-7% per tahun.

"Pertumbuhan ekonomi di 5% tidak cukup mendorong Indonesia graduasi dari middle income trap," kata Suharso

Dalam paparannya ia menyebut pertumbuhan ekonomi dari 2010-2022 baru menyentuh 4,71%. Sementara pertumbuhan ekonomi dari 2015-2022 adalah 4,01%.(*)

Baca Sebelumnya

Mantan Dirut PLN Dahlan Iskan Dimintai THR Oknum DPR Jutaan Dolar

Baca Selanjutnya

RSSA Edukasi: Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut saat Puasa ala drg Sukeksi

Tags:

Menteri PPN Bappenas Suharso Monoarfa Ketimpangan Ekonomi Penghasilan Middle Income

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H