KETIK, BLITAR – Peta persaingan pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026-2030 berubah. Salah satu figur yang sempat digadang-gadang menjadi kandidat kuat, Mohammad Trijanto, resmi menyatakan mundur dari bursa pencalonan.

 

Keputusan itu cukup mengejutkan sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor). Pasalnya, pria yang juga menjabat Direktur Revolutionary Law Firm tersebut sebelumnya dikabarkan telah mengantongi dukungan besar dari berbagai cabor di Kota Blitar.

 

Trijanto mengaku, sebelum proses pengambilan formulir pencalonan dimulai, dirinya sudah memperoleh dukungan dari tujuh cabor. Jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 14 cabor.

Baca Juga:
Didukung 27 Cabor, Tonny Andreas Maju dalam Bursa Ketua KONI Kota Blitar

 

“Dukungan itu tentu menjadi kehormatan besar bagi saya. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh cabor yang telah memberikan kepercayaan dan semangat,” ujar Mohammad Trijanto, Sabtu 9 Mei 2026.

 

Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, ia memutuskan tidak melanjutkan pencalonan. Menurutnya, jabatan Ketua Umum KONI membutuhkan fokus dan waktu yang tidak sedikit agar roda organisasi bisa berjalan maksimal.

 

Saat ini, Trijanto mengaku memiliki sejumlah tanggung jawab organisasi dan profesi yang cukup padat. Selain aktif di dunia hukum, ia juga terlibat dalam berbagai agenda sosial, kepemudaan, dan pergerakan nasional.

 

“Saya harus realistis. Saat ini aktivitas organisasi dan pekerjaan profesi saya cukup padat. Saya merasa belum bisa memberikan fokus penuh apabila harus memimpin KONI Kota Blitar,” katanya.

 

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Percasi Kota Blitar dan Ketua Umum Ormas Ratu Adil itu menegaskan, keputusan mundur bukan berarti dirinya tidak peduli terhadap dunia olahraga.

 

Menurutnya, langkah tersebut justru bentuk tanggung jawab moral agar KONI Kota Blitar nantinya dipimpin sosok yang benar-benar siap secara tenaga, pikiran, dan waktu untuk membangun prestasi olahraga daerah.

 

“Saya ingin KONI ke depan dipimpin figur yang benar-benar siap membawa kemajuan olahraga Kota Blitar,” tegasnya.

 

Trijanto juga memastikan tidak akan mengarahkan dukungan kepada kandidat tertentu. Ia memberikan kebebasan penuh kepada seluruh cabor yang sebelumnya mendukung dirinya untuk menentukan pilihan masing-masing.

 

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada teman-teman cabor untuk memilih sesuai hati nurani dan pertimbangan masing-masing demi kemajuan olahraga Kota Blitar,” imbuhnya.

 

Ia berharap proses pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar dapat berjalan demokratis, kondusif, dan tetap mengedepankan persaudaraan antar-cabor.

 

Menurutnya, pemilihan Ketua KONI bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum penting menentukan arah pembinaan olahraga Kota Blitar beberapa tahun ke depan.

 

“Semoga lahir pemimpin yang mampu menjaga soliditas cabor dan membawa prestasi olahraga Kota Blitar semakin maju,” pungkasnya.