Suara Pulau Obi Menggema Jelang Kunjungan Wapres: Jangan Biarkan Kami Jadi Penonton di Tanah Sendiri.

Jurnalis: Riman La Maulia
Editor: Mursal Bahtiar

15 Okt 2025 01:06

Thumbnail Suara Pulau Obi Menggema Jelang Kunjungan Wapres: Jangan Biarkan Kami Jadi Penonton di Tanah Sendiri.
Pemerhati sosial Budiman S. Mala (Foto: Riman/Ketik.com)

KETIK, MALUKU UTARA – Menjelang kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Maluku Utara pada 15–16 Oktober, suara kritis dari Pulau Obi mencuat ke permukaan. 

Pemerhati sosial Obi, Budiman S. Mala, secara terbuka menyerukan kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, agar tidak hanya menyiapkan penyambutan seremonial, tetapi membawa aspirasi warga Obi ke meja nasional.

“Kunjungan ini bukan panggung sambutan, ini ujian keberpihakan. Ibu Gubernur, jangan biarkan tepuk tangan menenggelamkan jeritan Obi,” seru Budiman Selasa 14 Oktober 2025.

Dia mengingatkan bahwa mandat kepemimpinan lahir dari suara pulau-pulau terpencil yang kini menuntut perhatian nyata.

Baca Juga:
Bagaimana Ketersediaan Ikan di Jatim Jelang Lebaran 2026? Jangan Khawatir, Ini Penjelasan Gubernur Khofifah

Menurut Budiman, jantung Kawasan Industri Pulau Obi (KIPO), selama ini menjadi sumber devisa melalui ekspor nikel. Namun di balik kilau industri, warga lokal masih berhadapan dengan kesenjangan akses pelayanan dasar, mulai dari administrasi kependudukan hingga fasilitas kesehatan.

Foto Tampak terlihat Anak-anak Obi,  Simbol doa dan ketenangan — rakyat Obi tetap tabah menunggu keadilan datang.Tampak terlihat Anak-anak Obi, Simbol doa dan ketenangan rakyat Obi tetap tabah menunggu keadilan datang (Foto: Riman/Ketik.com)

“Obi memberi devisa untuk negeri, tapi warganya masih harus melawan ombak hanya untuk mengurus KTP. Ini bukan cerita, ini kenyataan,” ujar Budiman. 

Ia menyampaikan kenyataan yang kontras antara kekayaan tambang dan keterbatasan publik. Itu menjadi sorotan utama yang harus tetap disampaikan menjelang kedatangan Wapres.

Baca Juga:
Wapres Gibran Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Tuban

Budiman mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan kebijakan konkret, bukan sekadar kunjungan simbolik. Menurutnya, perjalanan laut berjam-jam dari Labuha ke Obi telah menciptakan jarak pelayanan yang tidak sejalan dengan status Obi sebagai wilayah strategis nasional. Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada angka investasi. 

“Wilayah penghasil nikel tidak seharusnya tertinggal dalam Indeks Pembangunan Manusia. Pembangunan harus menyentuh warga, bukan hanya pelabuhan industri,” ucapnya.

Harapan masyarakat kini tertuju pada momentum kunjungan Wapres Gibran. Budiman menekankan agar agenda strategis seperti peningkatan infrastruktur, layanan dasar, dan percepatan status administratif Obi menjadi pokok pembicaraan, bukan sekadar protokol penyambutan.

Menurut Budiman, tanpa koreksi kebijakan, Obi akan terus menjadi wilayah kaya yang hidup dalam keterbatasan. Ia mengingatkan warga Obi agar tidak diam terhadap kondisi yang berlangsung. 

“Diam hanya akan menjadikan ketimpangan sebagai warisan. Jangan biarkan kami menjadi penonton di tanah sendiri,” katanya.

Menutup pernyataannya, Budiman kembali mengirim pesan tajam kepada para pemimpin nasional dan daerah.

Di tanah yang memberi nikel untuk dunia, warganya masih berjuang mendapatkan setetes perhatian. Inikah makna pembangunan yang dijanjikan?

“Obi tidak meminta belas kasihan, Obi menuntut keadilan. Jika kebijakan tidak turun ke tanah kami dilahirkan, maka sejarah akan mencatat bahwa kekayaan negeri ini berdiri di atas kesunyian rakyatnya.” pungkasnya.

Baca Sebelumnya

Pagelaran Seni Budaya Tabagsel Meriahkan PSBD Asahan VI

Baca Selanjutnya

Harmoni Asahan: Barongsai Memukau, Wabup Rianto Gaungkan Kesetaraan Etnis di PSBD

Tags:

Sherly Laos Gubernur Maluku Utara Wapres Gibran Pemerataan pembangunan pulau obi Nikel dunia Obi untuk Indonesia

Berita lainnya oleh Riman La Maulia

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

6 April 2026 17:06

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

25 Maret 2026 21:37

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

4 Maret 2026 11:15

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

27 Februari 2026 03:14

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

25 Februari 2026 21:30

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

Dinilai Janggal, KNPI Halsel Minta Pemda Bertindak Hentikan Aktivitas PT Poleko di Obi

23 Februari 2026 18:45

Dinilai Janggal, KNPI Halsel Minta Pemda Bertindak Hentikan Aktivitas PT Poleko di Obi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H