KETIK, PEMALANG – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Pemalang tahun 2026 mulai memasuki tahapan aktivasi akun calon peserta didik. 

‎Kepala SMP Negeri 4 Bodeh, Hadi Mulyono, mengimbau para orang tua dan calon siswa untuk segera mengikuti setiap tahapan agar tidak tertinggal jadwal pendaftaran.

‎Menurutnya, aktivasi akun SPMB telah berlangsung pada 1–16 Juni 2026. Setelah itu dilanjutkan dengan verifikasi dokumen pada 17–20 Juni 2026.

‎"Untuk SMP di Kabupaten Pemalang, terutama jenjang SMP, lini masa SPMB dimulai dengan aktivasi akun tanggal 1 sampai 16 Juni.

Kemudian tanggal 17 sampai 20 Juni dilakukan verifikasi dokumen, baik dari SD maupun dari rumah menuju SMP tujuan pendaftaran," ujar Hadi usai sosialisasi SPMB di Kecamatan Bodeh, Kamis, 11 Juni 2026.

Baca Juga:
Pengambilan PIN SPMB Jatim 2026 Berakhir, 296 Ribu Calon Murid Telah Terverifikasi

‎Ia menjelaskan, tahapan pendaftaran dilaksanakan secara daring pada 23–26 Juni 2026. Calon peserta didik dapat memilih sekolah tujuan melalui sistem online sesuai jalur yang tersedia.

‎Menurutnya, pada 23–24 Juni dibuka pendaftaran jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi. Sedangkan jalur domisili dibuka pada 25–26 Juni 2026.

‎"Jalur domisili dibuka terakhir karena tiga jalur sebelumnya akan dikunci. Jika masih terdapat kuota kosong, maka akan diisi melalui jalur domisili," jelasnya.

‎Selanjutnya, pada 27 Juni dilakukan proses analisis hasil seleksi, sedangkan pengumuman diterbitkan pada 29 Juni 2026 yang dilanjutkan dengan daftar ulang bagi peserta didik yang dinyatakan diterima.

Baca Juga:
Gegara Server-Lonjakan Pengguna, Situs SPMB Brebes Lemot di Hari Pertama Pendaftaran

‎Hadi menyebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang terus melakukan sosialisasi kepada sekolah dasar guna memastikan seluruh calon peserta didik memahami mekanisme SPMB tahun ini.

‎"Besok Senin, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga akan mengadakan zoom meeting kepada operator SD terkait penggunaan aplikasi. Ini sebagai bagian dari sosialisasi karena verifikasi dimulai tanggal 17 sampai 20 Juni," katanya.

‎Ia menambahkan, terdapat perbedaan signifikan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, khususnya pada jalur prestasi. Untuk pertama kalinya, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) digunakan sebagai salah satu komponen penilaian.

‎"Kalau tahun kemarin belum ada TKA. Tahun ini ada Tes Kemampuan Akademik pada jalur prestasi. Bobotnya 40 persen dari rata-rata nilai rapor dan 60 persen dari nilai TKA," ungkapnya.

‎Meski masa aktivasi akun telah berlangsung, Hadi mengakui belum seluruh calon peserta didik menyelesaikan proses tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah wilayah, termasuk Desa Payung, masih banyak siswa yang menunggu arahan dari operator sekolah dasar.

‎"Saya survei ke Desa Payung, masih ada yang belum aktivasi. Ada juga yang sudah, tetapi belum 100 persen karena operator SD rata-rata masih menunggu sosialisasi," tuturnya.

‎Selain itu, kendala teknis juga masih ditemukan. Hadi menyebut tampilan laman aplikasi yang masih menggunakan keterangan tahun sebelumnya sempat menimbulkan kebingungan di kalangan pengguna.

‎"Kendalanya, pada website masih tertulis tahun 2025. Namun hal itu akan disosialisasikan kembali oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang," pungkasnya.(*)