Soroti Kebijakan WFH Satu Hari Dalam Seminggu, Ojol di Kota Malang Khawatir Berpengaruh Terhadap Pendapatan

Jurnalis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dendy Ganda Kusumah

25 Mar 2026 14:39

Thumbnail Soroti Kebijakan WFH Satu Hari Dalam Seminggu, Ojol di Kota Malang Khawatir Berpengaruh Terhadap Pendapatan
Pengendara ojol di Kota Malang khawatir dengan kebijakan work from home sekali dalam seminggu yang bakal diterapkan pemerintah pusat kepada ASN dan karyawan swasta karena berpotensi dapat mengurangi pendapatan. (Foto: Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Rencana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu dikhawatirkan dapat berdampak terhadap pendapatan pengendara ojek online (ojol).

Diketahui, pemerintah pusat bakal memberlakukan kebijakan ini dan direncanakan berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menghemat konsumsi BBM di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Ketua Perkumpulan Komunitas Driver Online se-Malang Raya (PK Semar), Sun'an Murdianto mengatakan masih wait and see dengan kebijakan tersebut.

"Iya, kami masih menunggu seperti apa detail penerapannya, soalnya hingga kini masih belum pasti. Tetapi kalau memang jadi diterapkan, khawatirnya akan berpengaruh terhadap pendapatan kami sebagai ojol," ujarnya kepada Ketik.com, Rabu, 25 Maret 2026.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Dengan diterapkannya aturan WFH tersebut, maka aktivitas masyarakat lebih banyak dihabiskan di dalam rumah. Padahal, tumpuan utama ojol bergantung pada layanan transportasi untuk mobilitas.

"Kalau WFH, ibaratnya meski diperbolehkan keluar, tetapi aktivitasnya tetap lebih banyak dihabiskan di dalam rumah dan akhirnya jadi jarang keluar. Biasanya saat WFH yang meningkat adalah order pesan antar makanan, tetapi tetap saja itu tidak membantu banyak. Karena orang baru order makanan hanya di jam-jam tertentu seperti siang atau sore, sedangkan layanan transportasi berjalan setiap waktu," bebernya.

Apabila memang nantinya kebijakan itu diterapkan, maka pihaknya khawatir dapat menurunkan pendapatan ojol secara signifikan.

"Kemungkinan, pendapatan akan menurun hampir 50 persen. Karena nantinya yang banyak terpakai hanya layanan pesan antar makanan," tambahnya.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Pihaknya pun berharap agar pemerintah pusat dapat mengkaji ulang serta mendengarkan masukan dari berbagai pihak yang terdampak dengan adanya kebijakan tersebut.

"Kami rasa, kebijakan WFH itu perlu ditinjau ulang kembali. Apakah kebijakan tersebut sudah benar atau belum," pungkasnya.

Sebagai informasi, PK Semar saat ini menaungi 27 komunitas ojol di wilayah Malang Raya dengan total anggota mencapai 1.700 orang. Dari jumlah tersebut, 97 persen di antaranya merupakan pengendara roda dua, sementara sisanya adalah pengemudi roda empat. (*)

Baca Sebelumnya

Sumsel United Boyong 22 Pemain ke Banten, Nilmaizar Siapkan “Senjata Rahasia” Tumbangkan Adhyaksa FC

Baca Selanjutnya

Mahasiswa Unisma Ambil Panggung di ASEAN 1967 Fellowship 2026

Tags:

Ojol Kota Malang Kebijakan WFH ASN

Berita lainnya oleh Kukuh Kurniawan

Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

13 April 2026 19:47

Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di Malang

13 April 2026 18:12

Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di Malang

Sebelum Meninggal, Polisi Pastikan Yai Mim Dalam Kondisi Sehat

13 April 2026 17:11

Sebelum Meninggal, Polisi Pastikan Yai Mim Dalam Kondisi Sehat

Yai Mim Meninggal Saat Hendak Diperiksa, Polresta Malang Kota Beberkan Kronologi

13 April 2026 16:36

Yai Mim Meninggal Saat Hendak Diperiksa, Polresta Malang Kota Beberkan Kronologi

Lewat Sambang Kamtibmas, Kapolresta Malang Kota Serap Aspirasi Warga Soal Macet dan Sampah

13 April 2026 13:51

Lewat Sambang Kamtibmas, Kapolresta Malang Kota Serap Aspirasi Warga Soal Macet dan Sampah

Fakta Baru Kasus Nikah Sesama Perempuan di Malang, Isu Eksploitasi Mencuat

12 April 2026 21:12

Fakta Baru Kasus Nikah Sesama Perempuan di Malang, Isu Eksploitasi Mencuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar