KETIK, SUMENEP – Sejumlah nelayan di Masalembu Kabupaten Sumenep Jawa Timur terpaksa tidak melaut akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Bahkan, di tingkat pengecer banyak yang kosong dan harganya lebih tinggi.

Menurut informasi yang diterima Ketik.com, kelangkaan tersebut sudah dirasakan masyarakat sejak awal Oktober 2026. Kapal tanker yang hendak mengirim BBM mengalami keterlambatan.

Kondisi itu diduga dimanfaatkan oleh penjual solar untuk menaikkan harga BBM. Pada bulan Oktober, banyak pengecer yang menjual solar hingga Rp12 ribu per liter.

Kondisi yang sama terjadi sejak awal November. Keterlambatan pengiriman memicu kenaikan harga solar yang sangat fantastis di tingkat pengecer, yakni hingga menembus angka Rp14 ribu per liter.

Ketua Komunitas Nelayan Masalembu (KNM), Rendy mengatakan bahwa selain keterlambatan kapal tanker, ada dugaan solar yang sengaja dijual keluar pulau Masalembu sehingga memicu kelangkaan.

Baca Juga:
Anggota Fraksi PKB DPRD Sumenep H. Eksan Meninggal Dunia

“Atas situasi ini sudah pasti nelayan mengalami kerugian karena harga solar jauh lebih tinggi, dan yang lebih parahnya lagi banyak nelayan tidak bisa melaut karena tidak mendapatkan solar,” kata Rendy, Jumat, 6 November 2026.

Menurut hitung-hitungan KNM, kuota solar untuk dua Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Masalembu sebanyak 256.000 liter. 

Jika setiap hari ada sebanyak 250 kapal nelayan melaut dan rata-rata membawa solar sebanyak 30 liter untuk 26 hari kerja tiap bulan, maka jumlahnya sebanyak 195.000 liter solar. 

“Harusnya kuota sebanyak 256.000 liter solar dalam sebulan jauh dari cukup, akan tetapi kenapa selalu mengalami kelangkaan?,” tegas Rendy.

Baca Juga:
GP Ansor Ganding di Sumenep Resmi Dilantik, Langsung Gas Perangi Narkoba dan Judi Online!

Atas situasi ini KNM mendesak Pemerintah dan Pertamina agar segera menyelesaikan persoalan ini, dan juga aparat penegak hukum harus menindak tegas jika ada menjual solar dengan harga tinggi. 

“Jika hal ini tidak diselesaikan, maka nelayan akan terus menjadi korban atas situasi ini,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus terkait kelangkaan BBM Jenis Solar di Masalembu.(*)