KETIK, SURABAYA – Wacana mengenai serangga sebagai alternatif menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusulkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah memicu berbagai reaksi. Salah satu yang turut angkat bicara adalah Lailatul Muniroh, seorang Ahli Gizi dari Universitas Airlangga (Unair).
Serangga memang kaya akan protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral, sehingga dianggap sebagai sumber makanan bergizi.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pertimbangan untuk memasukkan protein berupa serangga ke dalam menu MBG.
"Bagaimana kesungguhan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tutur Lailatul pada Kamis 30 Januari 2025.
Baca Juga:
Mobil Operasional MBG SPPG Sendang 2 di Tuban Tabrak Pasutri, Korban Dilarikan ke Rumah SakitDosen Gizi imi mempertanyakan pemilihan menu dari serangga untuk MBG berdasarkan protein atau mempertimbangkan anggaran.
"Atau opsi serangga ini karena anggarannya terbatas. Jangan sampai Makan Bergizi Gratis ini hanya sekedar menjalankan program, tanpa ada niatan memberikan yang terbaik untuk masyarakat," imbuhnya.
Adapun beberapa serangga yang bisa dikonsumsi menurut Singapore Food Agency (SFA), yakni jangkrik, belalang, ulat sagu, ulat hongkong, larva lebah, kumbang tanduk.
Lalu kumbang tepung, semut, laron, belalang kayu, larva kumbang merah, serangga daun, kepik, cacing madu, kumbang rusa, larva kumbang bambu.
Baca Juga:
Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang"Di daerah tertentu yang memang terbiasa konsumsi ulat dan serangga ya bisa saja (diterapkan jadi menu MBG), yang menjadi persoalan tidak semua daerah menganggap ulat dan serangga jadi edible food," urai Lailatul.(*)