Soal Ribuan Peserta BPJS yang Dinonaktifkan. Pemkot Malang Tunggu Instruksi Pusat

Jurnalis: Diva Oktavia Maulana
Editor: Dendy Ganda Kusumah

20 Feb 2026 13:33

Thumbnail Soal Ribuan Peserta BPJS yang Dinonaktifkan. Pemkot Malang Tunggu Instruksi Pusat
Ilustrasi BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan. (Foto: Ilustrasi Avril/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pemkot Malang belum mengambil tindakan strategis terkait penonaktifan ribuan warga Kota Malang dari kepesertaan BPJS Kesehatan. Hingga saat ini, mereka masih menunggu petunjuk resmi dari pemerintah pusat sebelum menentukan kebijakan lanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) serta BPJS Kesehatan. Namun, belum ada tindakan nyata karena masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat mengenai jumlah pasti peserta yang dinonaktifkan di wilayah Kota Malang.

Meski demikian, Husnul memastikan bahwa jika data resmi sudah diterima, Pemkot Malang akan melakukan pemetaan untuk memvalidasi kondisi di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan tepat sasaran, terutama bagi warga kurang mampu yang masih berhak mendapatkan bantuan iuran.

Sementara itu, BPJS Kesehatan Cabang Malang mencatat sebanyak 9.920 peserta di Kota Malang berstatus nonaktif. Jika dihitung se-Malang Raya, jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan mencapai sekitar 125 ribu orang.

Baca Juga:
Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Penonaktifan tersebut umumnya terjadi karena perubahan kondisi ekonomi peserta, seperti sudah bekerja atau tidak lagi masuk kategori masyarakat kurang mampu.

Meski demikian, pihak BPJS Kesehatan menegaskan bahwa peserta masih memiliki kesempatan untuk mengaktifkan kembali kepesertaan. Warga dapat mengurus reaktivasi melalui kelurahan atau desa untuk memperoleh surat keterangan, kemudian diproses di Dinsos.

Di sisi lain, sebagian warga terdampak memilih membayar biaya pengobatan secara mandiri karena kebingungan prosedur pelaporan. Salah satunya dialami oleh warga Kota Malang yang harus membayar Rp150 ribu saat berobat ke dokter gigi karena status BPJS-nya mendadak nonaktif.

Kondisi ini memunculkan harapan agar pemerintah segera memberikan kepastian dan solusi sehingga masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

Baca Juga:
Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

Baca Sebelumnya

Grand Whiz Hotel Trawas Siapkan Paket Buka Puasa dengan Berbagai Menu Spesial

Baca Selanjutnya

Jembatan Bubak Mojokerto Diresmikan, Warga: Terima Kasih Bu Khofifah

Tags:

bpjs Dinkes Kota Malang Husnul Muarif

Berita lainnya oleh Diva Oktavia Maulana

Kasus Andrie Yunus Picu Aksi Mahasiswa di Malang, Dinilai Jadi Alarm Ancaman Demokrasi

10 April 2026 21:52

Kasus Andrie Yunus Picu Aksi Mahasiswa di Malang, Dinilai Jadi Alarm Ancaman Demokrasi

Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Soroti Kesenjangan Kebutuhan Warga dan Program Pemerintah

10 April 2026 16:38

Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Soroti Kesenjangan Kebutuhan Warga dan Program Pemerintah

Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

9 April 2026 21:58

Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

Tak Sekadar Makan, Zulhas Sebut Gizi Kunci Masa Depan Indonesia

9 April 2026 17:32

Tak Sekadar Makan, Zulhas Sebut Gizi Kunci Masa Depan Indonesia

GAPEMBI Dukung Program Makan Bergizi, Ketua Umum Soroti Tantangan di Lapangan

9 April 2026 09:22

GAPEMBI Dukung Program Makan Bergizi, Ketua Umum Soroti Tantangan di Lapangan

Dari Pebisnis ke Politisi, Kepercayaan Mengantar Asmualik ke DPRD Kota Malang

8 April 2026 19:17

Dari Pebisnis ke Politisi, Kepercayaan Mengantar Asmualik ke DPRD Kota Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar