Soal Rendahnya Serapan Pupuk Subsidi, DPRD Jember Sebut Kerja Pemkab Lemot

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

7 Jun 2024 06:39

Thumbnail Soal Rendahnya Serapan Pupuk Subsidi, DPRD Jember Sebut Kerja Pemkab Lemot
Ilustrasi distribusi pupuk subsidi (Foto: pupuk-indonesia.com)

KETIK, JEMBER – Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember tahun 2024 meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2023. 

Dengan rincian pupuk urea dari 37.000 ton menjadi 63.248 ton, sedangkan NPK dari 24.257 ton menjadi 51.839 ton.

Namun, penambahan signifikan kuota pupuk subsidi tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan serapan oleh petani.

Informasi yang berhasil dihimpun, serapan pupuk subsidi masih rendah, yakni di bawah 30 persen. Pupuk urea baru diserap 8.511 ton atau 29 persen, kemudian untuk NPK ada 10.740 ton atau 22 persen.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

Padahal pada bulan Juni diharapkan pupuk subsidi dapat terserap hingga 50 persen.

Menanggapi itu, Sekretaris Komisi B DPRD Jember, David Handoko Seto, menyebut bila pola kerja Pemkab Jember, dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), lemot.

Sebelum adanya penambahan alokasi pupuk bersubsidi bagi petani, mestinya sistem sudah disiapkan agar program betul-betul terserap dengan efektif oleh petani.

“Percuma saja ada tambahan pupuk sampai nilainya dua kali lipat, tapi faktanya sampai dengan di musim tanam penyerapannya hanya di angka 30%. Secara akumulatif pasti ini juga merugikan petani. Kalau bermain-main dalam hal ini bisa dikenakan sanksi,” tuturnya.

Baca Juga:
DPRD Surabaya Tekankan Keterlibatan Koperasi di Pasar Murah

Menyikapi itu, David menyatakan akan memantau proses pendistribusian pupuk bersubsidi sampai sejauh mana. Mengingat penyerapan pupuk terkendala aplikasi yang belum optimal. 

Terutama soal pemutakhiran data penerima manfaat pupuk subsidi dalam e-RDKK atau Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok.

“Memang hari ini dunia digital, dinas terkait perlu menyiapkan SDM. Karena kita harus siap dengan lompatan teknologi,” tukasnya.

Sebaliknya, Anggota Komisi B DPRD Jember, Nyoman Aribowo menjelaskan ada sisi positif dari rendahnya serapan pupuk subsidi. Disebutnya sebagian petani sudah mengantisipasi terbatasnya alokasi pupuk pada awal tahun.

“Data awal untuk alokasi memang kurang waktu itu ya, hanya 50 persen. Sehingga banyak petani sudah melakukan antisipasi termasuk juga ada beberapa yang memang petani ya memang sudah berubah polanya tanamnya,” ungkap Nyoman.

Menurutnya, pada musim tanam saat ini serapan pupuk subsidi rendah karena sebagian petani sudah tidak terlalu menggantungkan pada pupuk subsidi. Kebanyakan petani berlomba-lomba memanfaatkan pupuk organik.

“Tapi di sisi lain kalau sampai penyerapan tidak bagus nantinya berdampak ke produktivitas berikutnya. Berikutnya ada penilaian negatif dari provinsi sehingga bisa dikurangi alokasinya, imbuhnya.

Sementara, rendahnya serapan menurutnya tidak berdampak secara langsung pada tingkat produktivitas tanaman pangan.

“Kalau soal produktivitas kita belum bisa menyimpulkan. Rendah tidaknya serapan pupuk subsidi tidak selalu linier, seperti yang saya jelaskan tadi sebagian petani mulai beralih ke pupuk organik, juga pemerintah daerah juga mensosialisasikan itu,” tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pilkada Kota Malang Butuh Anggaran Rp 11 Miliar untuk Gaji Badan Adhoc

Baca Selanjutnya

Dorong Investasi Masuk ke Lumajang, BPC Hipmi Kunjungi DPMPTSP

Tags:

DPRD sebut kerja Pemkab lemot serapan pupuk subsidi Jember DPRD Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pupuk Subsidi

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar