KETIK, LABUHAN BATU – Polres Labuhanbatu menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Alun-Alun Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara, Senin (19/8/2024).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan Operasi Mantap Praja Toba 2024 dalam rangka mendukung pelaksanaan pengamanan Pilkada serentak di Kabupaten Labuhanbatu dan Labura.
Simulasi dikuti ratusan personel aparat guna menyatukan persepsi gerakan terhadap berbagai situasi tersebut, memiliki dua kode kondisi, hijau dan kuning.
Waka Polres Labuhanbatu, Kompol H Matondang menjelaskan, personel yang mengikuti simulasi merupakan bentuk dan upaya menjaga stabilitas dan keamanan selama berlangsungnya Pilkada di dua kabupaten wilayah hukumnya itu.
Baca Juga:
Desakan Periksa Eks Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Mencuat"Simulasi Sispamkota bertujuan untuk menguji kesiapan dan koordinasi seluruh personel dalam menghadapi berbagai skenario gangguan keamanan yang mungkin terjadi selama proses Pilkada," terangnya, Selasa (20/08/2024).
Kegiatan itu pun dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa setiap anggota kepolisian dan dinas terkait lainnya siap menghadapi dinamika politik yang mungkin meningkat selama Pilkada.
Personel Polres Labuhanbatu melakukan adegan pada simulasi Sispamkota dalam simulasi persiapan Operasi Mantap Praja Toba 2024. (Foto: Humas Polres for Ketik.co.id)
Melalui simulasi, ujarnya, kepolisian dapat mempraktikkan tindakan yang harus dilakukan dalam berbagai situasi, mulai dari situasi hijau yang relatif aman hingga kuning yang membutuhkan penanganan lebih intensif.
Baca Juga:
Khofifah Apresiasi KPU dan Bawaslu: Pilkada Jatim 2024 Sukses, Sisa Anggaran Rp162 Miliar DikembalikanDiceritakannya, rangkaian simulasi dimulai dengan skenario situasi hijau, di mana masyarakat melakukan pencoblosan di TPS dan terjadi provokasi oleh sekelompok massa yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara.
Polisi yang bertugas di TPS berusaha menenangkan situasi, namun ketegangan meningkat hingga memerlukan intervensi dari patroli perintis dan unit Dalmas untuk mengendalikan massa.
Pada tahap situasi kuning, dilakukan tindakan lebih lanjut dengan pergantian dari Dalmas awal ke Dalmas lanjut serta penggunaan water cannon untuk membubarkan massa yang semakin tidak terkendali.
"Rangkaian simulasi dirancang untuk menggambarkan skenario nyata yang mungkin dihadapi saat Pilkada dan memberikan panduan yang jelas bagi setiap personel dalam melaksanakan tugasnya," papar Kompol H Matondang.
Dari berbagai tahapan simulasi, pihaknya berharap persiapan semakin matang dan koordinasi lebih baik sekaligus memastikan bahwa setiap potensi gangguan keamanan dapat diatasi dengan cepat dan tepat agar Pilkada dapat berjalan dengan aman, tertib dan damai.(*)