KETIK, SURABAYA – Dunia kecantikan menawarkan beragam produk dengan fungsi yang sekilas terlihat mirip. Tak heran, banyak orang masih keliru membedakan kegunaan beberapa produk makeup yang sebenarnya memiliki peran berbeda dalam menunjang tampilan.
Concealer dan korektor (color corrector)
Salah satu yang paling sering tertukar adalah concealer dan korektor (color corrector). Concealer umumnya digunakan untuk menutupi noda dan menyamarkan warna kulit agar tampak merata, dengan pilihan warna yang mendekati warna kulit.
Sementara itu, korektor berfungsi menetralkan masalah warna tertentu pada kulit, seperti lingkaran hitam, kemerahan, atau kulit kusam, dengan pilihan warna khusus seperti peach, hijau, dan ungu.
Contour dan bronzer
Perbedaan lain juga terlihat pada contour dan bronzer. Contour digunakan untuk menciptakan bayangan sehingga wajah tampak lebih berdimensi. Produk ini diaplikasikan di area tertentu seperti tulang pipi, hidung, atau garis rahang.
Di sisi lain, bronzer berfungsi memberikan efek hangat, dengan mengaplikasikan bronzer di area yang biasa terkena sinar matahari, seperti pelipis, tulang pipi dan garis rahang.
Setting powder dan loose powder
Dalam tahap penyempurnaan makeup, setting powder dan loose powder juga kerap dianggap sama. Padahal, setting powder digunakan untuk mengunci produk berbasis cair atau krim agar tahan lama, sementara loose powder berfungsi menyerap minyak dan mengurangi kilap agar wajah tetap matte.
Face mist dan setting spray
Sementara itu, perbedaan antara face mist dan setting spray terletak pada fungsinya. Face mist lebih berfokus pada hidrasi kulit dan dapat digunakan kapan saja, baik sebelum, saat, maupun setelah makeup. Sebaliknya, setting spray digunakan di tahap akhir untuk mengunci makeup agar lebih tahan lama dan tidak mudah luntur.
Memahami fungsi masing-masing produk menjadi kunci untuk mendapatkan hasil riasan yang optimal. Dengan penggunaan yang tepat, tampilan makeup tidak hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga dapat bertahan lebih lama sesuai kebutuhan aktivitas sehari-hari. (*)
