KETIK, MALANG
– Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Malang. Di bawah komando Bupati Malang Sanusi dan didampingi Wabup Hj Lathifah Shohib, berbagai indikator menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas pendidikan.
Mulai dari capaian akademik siswa, pemerataan akses pendidikan, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Selain itu, berbagai kebijakan strategis digulirkan Pemkab Malang jadi kunci utama dalam mendorong kemajuan di bidang pendidikan.
Berbagai kebijakan diambil diantaranya, Bupati Sanusi dan Wabup Hj Lathifah Shohib sering berkeliling ke sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Malang. Baik itu sekolah unggulan, maupun sekolah yang membutuhkan sentuhan juga dikunjungi.
Keduanya juga mengunjungi langsung sekolah-sekolah negeri yang rusak maupun muridnya kurang. Ketika ada kerusakan di sekolah negeri, terutama Bupati Sanusi langsung terjun ke lokasi.
Tidak hanya meninjau, orang nomor satu di Pemkab Malang ini juga memberikan kebijakan untuk segera memperbaiki sekolah tersebut. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya melalui sarana prasarana, melainkan SDM juga
Salah satu indikator adalah meningkatnya nilai ombudsman khususnya di sektor pendidikan. Bupati Malang, Sanusi, mengungkapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Hal itu terlihat dari kenaikan nilai pelayanan publik sektor pendidikan yang kini masuk kategori terbaik berdasarkan penilaian Ombudsman RI. Saat awal dirinya menjabat sebagai bupati, kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan masih tergolong rendah.
"Kualitas pendidikan, saya awal jadi bupati, raportnya merah. Dari Ombudsman, yaitu angkanya 32, dan kesehatan 34. Tapi alhamdulillah kemarin kita terima dari Ombudsman tentang pelayanan publik Kabupaten Malang untuk dinas pendidikan sudah di angka 81, jadi sudah terbaik," ujar Sanusi, saat menanggapi nilai ombudsman, Rabu, 25 Februari 2026 lalu.
Lebih lanjut ia mengatakan, peningkatan juga terlihat dari capaian akademik siswa. Sanusi menjelaskan, sebelumnya nilai rata-rata kelulusan siswa SD dan SMP masih berada di angka 7, kemudian meningkat menjadi 8, dan kini terus membaik.
Ia bahkan menyebut, pada tahun 2024 terdapat sekitar 5.000 lulusan SMP di Kabupaten Malang yang berhasil meraih nilai rata-rata 9, khususnya pada mata pelajaran utama seperti IPA, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
“Hari ini lulusannya sudah di rata-rata 8, tetapi tahun 2024 kemarin yang lulus dengan nilai rata-rata untuk pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, untuk SMP sudah ada 5.000 anak itu, sudah nilai rata-rata 9,” jelas Abah Sanusi sapaan akrabnya.
Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas pendidikan di Kabupaten Malang secara keseluruhan.
Abah Sanusi menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan juga membuka peluang lebih besar bagi siswa Kabupaten Malang untuk diterima di sekolah unggulan nasional, seperti SMA Taruna Nusantara, yang memiliki standar akademik tinggi dengan syarat nilai minimal 9.
Ia menyebut, pada awal penerimaan tahun 2024 hanya tiga siswa asal Kabupaten Malang yang diterima di sekolah tersebut. Namun jumlah itu kini meningkat signifikan.
“Awal pendirian penerimaan murid tahun 2024 kemarin di SMA Taruna baru diterima 3 anak. Nah sekarang sudah diterima 15 anak itu yang masuk ke sana,” katanya.
Selain SMA Taruna Nusantara kata ia, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian dengan membangun Sekolah Rakyat.
Diketahui, Sekolah Rakyat saat ini sedang dibangun di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang berada di Jalur menuju Pantai Balekambang.
"Selain itu juga sudah berjalan sekolah unggulan di Kabupaten Malang," sebutnya.
Abah Sanusi optimistis kualitas pendidikan di Kabupaten Malang akan terus meningkat, terutama dengan hadirnya lembaga pendidikan unggulan di daerah tersebut. (*)