Sentralisasi PSSI: Matinya Demokrasi di Akar Rumput Sepak Bola

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

4 Jan 2026 18:27

Thumbnail Sentralisasi PSSI: Matinya Demokrasi di Akar Rumput Sepak Bola
Exco Askab PSSI Sleman, Ipong Suhardiyanto, (Foto: Dok Ipong for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Wajah demokrasi di tingkat paling dasar sepak bola Indonesia tengah berada di ujung tanduk. Perubahan terbaru dalam Statuta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menghapus mekanisme pemilihan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) memicu gelombang keresahan.

Kekuasaan yang sebelumnya berada di tangan klub-klub anggota, kini dipangkas dan dialihkan menjadi penunjukan langsung oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov).

Komite Eksekutif (Exco) Askab PSSI Sleman, Ipong Suhardiyanto, menilai langkah ini sebagai kemunduran serius dalam tata kelola organisasi.

Menurut Ipong, penghapusan kongres pemilihan di tingkat daerah bukan sekadar urusan administratif, melainkan pengikisan terhadap ruh pembinaan sepak bola itu sendiri.

Baca Juga:
Bangkit di Jakabaring, Sumsel United Benahi Mental dan Fokus Jelang Hadapi FC Bekasi City

Selama ini, pemilihan ketua melalui forum resmi memberikan legitimasi moral yang kuat karena pemimpin lahir dari mandat klub-klub lokal.

"Dengan sistem penunjukan langsung, klub-klub anggota di tingkat kabupaten dan kota kehilangan hak pilih mereka. Ini secara nyata menggerus prinsip demokratisasi yang seharusnya menjadi fondasi pembinaan di level akar rumput," ujar Ipong saat ditemui di Sleman, Minggu, 4 Januari 2026.

Menurutnya, persoalan utama yang membayangi kebijakan ini adalah potensi lahirnya pemimpin yang lebih loyal kepada "atasan" ketimbang kepada konstituennya di daerah.

Ipong mengkhawatirkan munculnya konflik kepentingan dan melemahnya akuntabilitas. Tanpa adanya keterikatan politik dan moral dengan klub anggota, fungsi kontrol terhadap kebijakan organisasi di tingkat daerah diprediksi akan tumpul.

Baca Juga:
ASEAN U-17 Boys Championship 2026! Timnas Indonesia Main di Gresik dan Sidoarjo, Ini Jadwal Lengkapnya

Foto Logo Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang seharusnya menjadi simbol pemersatu kini tengah dinaungi awan mendung polemik. Kebijakan terbaru mengenai perubahan statuta yang menghapus mekanisme pemilihan Ketua Askab/Askot dan menggantinya dengan penunjukan langsung oleh Asprov memicu kritik tajam. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Logo Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Padahal, peran Askab dan Askot sangat vital dalam ekosistem sepak bola nasional. Mereka adalah ujung tombak yang mengelola kompetisi usia dini, pengembangan pelatih, hingga pembinaan wasit.

Jika kepemimpinan di level ini tidak memiliki legitimasi demokratis, kualitas keberpihakan terhadap kebutuhan lokal patut dipertanyakan. Ipong menegaskan bahwa perubahan ini seolah menjauhkan PSSI dari semangat reformasi dan prinsip good governance.

Secara internasional, kebijakan sentralisasi ini pun dinilai berisiko menabrak aturan yang lebih tinggi. Jika merujuk pada Statuta FIFA Pasal 14 dan 15, setiap asosiasi anggota diwajibkan menjalankan prinsip demokrasi internal dan independensi.

FIFA secara eksplisit mendorong agar badan sepak bola di semua tingkatan dikelola secara transparan dan bebas dari konsentrasi kekuasaan yang berlebihan. Hal senada juga ditekankan dalam Statuta AFC yang menjunjung tinggi otonomi organisasi.

Situasi ini menempatkan PSSI dalam sorotan tajam mengenai kepatuhan terhadap standar tata kelola global. Kebijakan yang memangkas suara bawah dianggap dapat menciptakan preseden buruk yang merusak fondasi sepak bola nasional.

Ipong berharap PSSI bersedia membuka ruang dialog yang lebih luas dengan pemilik suara di daerah sebelum kebijakan ini benar-benar mematikan partisipasi akar rumput.

"Sepak bola Indonesia tidak dibangun dari atas semata, melainkan tumbuh dan hidup dari bawah. Mengabaikan suara mereka sama saja dengan merobohkan fondasi yang kita bangun selama ini," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Jaga Tradisi, Ratusan Praktisi Taichi DIY Gelar Latihan Bersama di GIK UGM

Baca Selanjutnya

Libur Panjang, PDIP Kabupaten Malang Justru Gelar Konsolidasi Pengurus, Matangkan Program Prorakyat

Tags:

PSSI statuta PSSI Sepak bola Indonesia Demokrasi Sepak Bola Askab PSSI Askot PSSI Ipong Suhardiyanto Askab Sleman Asprov PSSI Reformasi PSSI FIFA Statutes Good Governance Akar Rumput Berita Sepak Bola Tata Kelola PSSI

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar