KETIK, MALANG – Mural ikonik Malang The Glory Land kembali menghiasi dinding Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Klojen, Kota Malang, setelah sempat dihapus dan ditimpa tulisan Malang Menyala Bersama.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin, 24 Agustus 2026 siang, pengerjaan mural tersebut telah rampung sepenuhnya. Karya anyar ini mengadopsi gaya visual dan font (gaya tulisan) yang presisi dengan mural sebelumnya, lengkap dengan sentuhan efek tiga dimensi yang tajam sehingga tampak seolah lebih hidup.
Presidium Aremania Utas, Ali Rifki, membenarkan bahwa mural tersebut telah dibuat kembali. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pasti pihak yang mengerjakan mural baru tersebut.
"Setelah dicat biru, infonya kawan-kawan yang dulu memural akan mengembalikan lagi mural tersebut," jelasnya, Senin, 24 Agustus 2026.
Ali menjelaskan, sejak awal pihaknya hanya mendorong panitia Festival Mbois 11 untuk mengembalikan seluruh dinding ke warna dasar biru. Langkah ini bertujuan agar kelompok penggagas awal dapat menuliskan kembali karya mereka.
Baca Juga:
Mahasiswa Kembali ke Kelas, Fakultas Syariah UIN Malang Pastikan Semester Baru Tanpa Kendala"Kami hanya mendorong pihak panitia untuk segera mengembalikan ke warna dasar. Agar kawan-kawan dapat kembali menuliskan Malang The Glory Land lagi dengan font yang sesuai," ungkapnya.
Meski tulisan Malang The Glory Land sudah nampak sejak Sabtu, 22 Agustus 2026 siang, Ali belum bisa memastikan pembuatnya. Pasalnya, kelompok This Is Arema yang menginisiasi mural lama awalnya dijadwalkan baru menggelar aksi mural pada Sabtu malam.
"Enggak tahu siapa yang nulis. Apakah itu memang dari kawan-kawan This Is Arema atau bukan, saya kurang tahu," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mural ikonik bertuliskan Malang The Glory Land yang menghiasi salah satu dinding di Jalan Arif Rahman Hakim Kecamatan Klojen Kota Malang mendadak hilang pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca Juga:
Borong 13 Tiket Final OSN 2026, MAN 2 Kota Malang Makin Kokoh di Kancah NasionalMural bersejarah yang ada sejak tahun 2016 itu mendadak lenyap. Dinding tersebut ditutup total dengan cat warna biru, lalu ditimpa dengan tulisan berwarna putih dan kuning bertuliskan Malang Menyala Bersama.
Belakangan diketahui, tulisan baru tersebut rupanya dibuat oleh Malang Creative Fusion (MCF) guna mempromosikan gelaran Festival Mbois 11 Malang Menyala di Stadion Gajayana. (*)