KETIK, BATU – Ketua Perwosi Kota Batu, Ridha Heli Suyanto, menegaskan pentingnya peran perempuan di era digital saat ini untuk lebih mandiri, adaptif, dan mampu mengambil keputusan strategis, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial.
Menurutnya, perempuan masa kini memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan masa depan, mulai dari jalur akademik hingga menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan.
“Di era sekarang, perempuan memiliki banyak pilihan. Berawal dari passion, kita bisa menjadi akademisi atau menjadikan hobi sebagai mata pencaharian yang menjanjikan untuk masa depan,” ujarnya, saat di kegiatan Kartini Power Run.
Ia menambahkan, perkembangan digitalisasi menuntut perempuan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan literasi teknologi. Hal ini berbeda dengan masa lalu, di mana akses dan pilihan masih terbatas.
Baca Juga:
Putri Lingkungan Hidup Jatim Yasinta Aurellia Ingin Lawan Mitos Wanita "Dapur" di Hari Kartini“Jika dulu cukup dengan membaca atau bersekolah, sekarang kita dihadapkan pada berbagai pilihan di dunia digital. Ada yang baik dan tidak baik, sehingga perlu bijak dalam menyikapinya,” katanya.
Dalam konteks keluarga, Ridha menekankan pentingnya peran ibu dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi, termasuk dalam penggunaan gawai. Ia mengingatkan agar orang tua tidak hanya memberikan batasan, tetapi juga penjelasan yang rasional kepada anak.
“Kita tidak cukup hanya membatasi penggunaan gadget tanpa memberikan alasan. Anak perlu memahami dampaknya, baik dari sisi kesehatan maupun aktivitas fisik yang bisa berkurang,” jelas Istri Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.
Ia juga mendorong agar anak-anak lebih banyak melakukan aktivitas positif di luar penggunaan gawai, seperti olahraga, belajar bersama, hingga memperkuat interaksi sosial.
Baca Juga:
Kisah Sukarni, 15 Tahun Jadi Supeltas Kota Malang yang Konsisten Berkebaya di Hari Kartini“Perlu ada keseimbangan, antara penggunaan teknologi dan aktivitas fisik maupun sosial. Ini penting untuk tumbuh kembang anak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ridha menyebut perempuan memiliki peran strategis sebagai fondasi dalam keluarga. Perempuan yang cerdas dan terus belajar dinilai mampu menjadi teladan bagi lingkungan terdekatnya.
“Perempuan saat ini menjadi tonggak utama dalam keluarga. Kita harus menjadi contoh, baik dalam pendidikan formal maupun nonformal, agar bisa membimbing anak dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian perempuan dalam mengambil keputusan, dengan tetap mempertimbangkan risiko secara matang.
“Perempuan harus berani mengambil keputusan dengan risiko yang terukur. Dalam keluarga memang perlu diskusi, tetapi untuk hal-hal tertentu yang mendesak, perempuan juga harus sigap mengambil langkah,” katanya.
Selain itu, perempuan masa kini dituntut mampu menyeimbangkan peran antara keluarga dan partisipasi di ruang publik, termasuk dalam bidang ekonomi dan politik.
“Perempuan harus memiliki kapasitas mandiri, literasi digital, serta mampu berpartisipasi dalam bidang ekonomi maupun politik. Namun, tetap menjaga peran dalam keluarga,” tegasnya.
Ridha berharap semangat Kartini tidak hanya menjadi simbol, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata oleh perempuan masa kini.
“Semangat Kartini harus kita hidupkan, tidak hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan. Perempuan harus berani bermimpi dan berani melangkah mengambil peran strategis di berbagai bidang,” pungkasnya. (*)