Sekjen Kemenag: Toleransi Tak Terlihat Tapi Berbuah Manis di Masa Depan

Editor: Muhammad Faizin

1 Nov 2024 06:45

Thumbnail Sekjen Kemenag: Toleransi Tak Terlihat Tapi Berbuah Manis di Masa Depan
Sekjen Kemenag, Prof Dr M. Ali Ramdhani (tengah) beserta jajaran dan tamu undangan dalam kegiatan Finalisasi Hasil Penilaian Bantuan Pemerintah dalam Rangka Gebyar Toleransi. (Istimewa/ Humas Kemenag RI)

KETIK, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menekankan, pelaksanaan bantuan untuk penguatan toleransi beragama akan dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku serta asas pemerataan daerah dan representasi keagamaan (religious representation). 

Hal itu disampaikan Sekjen Kemenag, Prof Dr M. Ali Ramdhani di acara kegiatan Penilaian Bantuan Pemerintah dalam Rangka Gebyar Toleransi dan Bhineka Tunggal Ika dalam Kerukunan,

Acara ini turut dihadiri oleh tim penilai ahli, yaitu Prof. Khamami Zada dari UIN Syarif Hidayatullah dan Dr. Wahidul Kahar dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Mereka ditunjuk sebagai penilai substansi proposal permohonan bantuan untuk memastikan kesesuaian dengan prinsip kerukunan yang diusung oleh program ini.

"Pelaksanaan bantuan ini, mulai dari program pengumuman, proses seleksi, hingga pelaporan akuntabilitas, harus sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap pelaksanaan," ujar Ali. 

Baca Juga:
Kemenag RI Mulai Berlakukan WFH, Nasaruddin Umar Pastikan Layanan Tetap Maksimal

Selain itu, Kemenag juga menekankan, pemberian bantuan harus memperhatikan asas pemerataan daerah, terutama di daerah-daerah yang rawan konflik antarumat beragama seperti di wilayah timur Indonesia.

"Selain itu, religious representation dari enam agama yang ada di Indonesia harus dijaga agar tercipta kerukunan yang harmonis," ujar Ali. 

Menurutnya, toleransi adalah konsep yang tidak terlihat namun jika ditanam akan menghasilkan hal-hal nyata. Karena itu, Kemenag juga menilai, Pusat Kerukunan Umat Beragama atau PKUB (Religious Harmony Center) memiliki tugas berat dalam mengurusi toleransi dan merukunkan berbagai pandangan yang berbeda agama.

"Upaya yang kita bangun hari ini akan memiliki dampak besar di masa depan. Jangan dilihat dari angka atau nilai ekonomi; angka Rp 50 juta untuk memperoleh kerukunan itu kecil, namun akan menjadi small seeds yang dibangun dan akan menghasilkan buah yang manis di masa mendatang," ujar Ali. 

Baca Juga:
Kakanwil Kemenag Jatim Bertemu Bupati Ipuk, Ini yang Dibahas

Karena itu, Ali mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen dalam menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama di Indonesia. “Apa yang kita bangun hari ini akan menjadi strong foundation bagi masa depan yang lebih harmonis dan damai,” pungkasnya.

Sementara itu, 

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Adib Abdushomad turut melaporkan kepada Sekretaris Jenderal bahwa pelaksanaan bantuan pemerintah telah dijalankan dengan baik dan sesuai timeline yang telah ditentukan.

"Penyelenggaraan bantuan tahun ini diharapkan bisa memberikan dampak yang besar untuk kerukunan umat di indonesia. Publikasi mengenai permohonan bantuan dilakukan ke seluruh wilayah Indonesia yang mencakup 38 provinsi, meskipun masih terdapat beberapa provinsi yang belum mengirimkan permohonan," ujar Adib. 

Dari 368 pemohon, sebanyak 168 telah lolos seleksi administrasi. Para pemohon yang lolos ini mewakili beragam agama dan sebaran wilayah, dengan perhatian khusus pada wilayah Papua. Dari 168 pemohon yang lolos, akan dipilih lagi 60 pemohon terbaik untuk menerima bantuan. (*) 

Baca Sebelumnya

Pemprov Jatim Berencana Anggarkan Rp800 Miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo

Baca Selanjutnya

Waspada! Hujan Ekstrem Berpotensi Terjadi di Seantero Jatim Seminggu ke Depan

Tags:

Kemenag Gebyar Toleransi Kerukunan Umat Beragama

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar