KETIK, BATU – Tahapan seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu terus berjalan dengan menyisakan enam kandidat terbaik. Di balik proses tersebut, pengamat menilai figur Sekda harus mampu menjaga integritas sekaligus menjembatani kepentingan birokrasi dan kepala daerah.
Enam pejabat yang masih bertahan dalam bursa calon Sekda tersebut yakni Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Nur Adhim, Kepala Bakesbangpol Akhmad Dahlan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Arief As Siddiq, Kepala Bapelitbangda Bangun Yulianto, serta Inspektur Kota Batu Endro Wahjudi.
Menanggapi proses seleksi tersebut, Pengamat Sosial Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Wahyudi Winarjo, M.Si., menekankan pentingnya sosok Sekda yang memiliki rekam jejak bersih serta integritas tinggi.
Menurutnya, figur Sekda tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan komitmen yang kuat selama menjalankan tugas di pemerintahan maupun dalam kehidupan pribadi.
“Sekda ideal tentu harus memiliki rekam jejak yang bersih, berpengalaman, mempunyai jiwa pengabdian tinggi, serta memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas yang tidak diragukan,” ujar Prof. Wahyudi, Jumat, 15 Mei 2026.
Baca Juga:
Selter Sekda Kota Batu, Akademisi: Membutuhkan Figur Penghubung Visi dan BirokrasiDalam dinamika yang berkembang, dua nama disebut menjadi kandidat kuat dalam persaingan tersebut, yakni Alfi Nurhidayat dan Mohammad Nur Adhim.
Keduanya dinilai memiliki keunggulan berdasarkan pengalaman dan bidang kerja masing-masing.
Alfi dinilai memiliki kemampuan lapangan dan kedekatan dengan masyarakat. Sebelum menjabat Kepala Dinas Pendidikan, ia diketahui pernah memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu.
“Mas Alfi merupakan salah satu ASN yang memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas tinggi terhadap pimpinan maupun lembaga tempat ia mengabdi,” katanya.
Baca Juga:
Libur Panjang Mei 2026, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Diprediksi Tembus 560 RibuSementara Mohammad Nur Adhim dianggap memiliki penguasaan kuat dalam pengelolaan pendapatan daerah, terutama berkaitan dengan pajak dan retribusi daerah.
Prof. Wahyudi juga menyoroti pentingnya independensi panitia seleksi (pansel) agar proses selter berjalan objektif dan bebas kepentingan pribadi maupun kedekatan tertentu dengan kandidat.
Namun demikian, ia mengakui kondisi tersebut tidak mudah diwujudkan, terutama dalam lingkup daerah yang relatif kecil seperti Malang Raya.
“Dalam tradisi di Indonesia, mencari personalia pansel yang benar-benar tidak memiliki hubungan dengan kandidat itu tidak mudah, apalagi di wilayah yang lingkupnya sempit seperti Malang. Karena itu semuanya kembali pada komitmen pribadi pansel dan pemegang kekuasaan,” jelasnya.
Ia menegaskan seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi harus mampu menghindari konflik kepentingan agar hasil seleksi benar-benar melahirkan figur terbaik untuk memimpin birokrasi Kota Batu.
Sebelumnya, keenam kandidat Sekda telah menjalani asesmen manajerial dan sosial kultural (mansoskul) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin, 11 Mei 2026.
Dalam tahapan tersebut, para peserta mengikuti berbagai metode penilaian mulai analisis studi kasus, simulasi penyelesaian persoalan pemerintahan, tes intelektual, hingga penggalian potensi individu.
Tahapan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Among Tani pada Senin, 18 Mei 2026, melalui pemaparan makalah dan wawancara akhir di hadapan panitia seleksi.
Selain itu, seluruh kandidat juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani di RSUD Karsa Husada pada Kamis, 21 Mei 2026, sebagai bagian dari syarat penetapan Sekda definitif Kota Batu. (*)