Sekar Waru Batik Khas Jember, Berangkat dari Desa untuk Indonesia

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

8 Mei 2024 08:21

Thumbnail Sekar Waru Batik Khas Jember, Berangkat dari Desa untuk Indonesia
Sejumlah pengrajin batik tengah mewarnai kain (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Batik yang merupakan warisan budaya tak benda Nusantara terus berevolusi. Terutama motif batik yang sering dinilai kuno.

Kini mulai bermunculan pengrajin batik yang memodifikasi corak dan pola agar lebih diterima oleh generasi-generasi muda. Bahkan ada yang mengangkat ikon daerahnya masing-masing.

Seperti halnya pengrajin batik asli Jember, Sekar Waru Batik yang memiliki slogan ‘Dari Desa untuk Indonesia’. Lokasi rumah produksi ini cukup terpencil, tepatnya di Dusun Sumber Pinang, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. 

Perjalanan Ketik.co.id mengunjungi rumah produksi membutuhkan waktu tempuh sekitar 35 menit dari pusat kota.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

Siang itu sejumlah pengrajin batik tengah sibuk dengan bentangan kain. Dari proses awal membuat pola di atas kain, mencanting, pewarnaan, melapisi kain dengan pengunci warna, pencucian, perebusan sampai pengeringan kain batik.

Dengan cekatan pengrajin batik menyulap kain katun putih menjadi berkelir sulur-sulur dan daun. Berupa-rupa warna dan corak senjata khas Kerajaan Sadeng.

“Sengaja memang saya angkat motif Jember banget. Diangkat dari cerita Kerajaan Majapahit yang ada di Sadeng, Puger. Sementara pendukung lainnya diangkat dari hasil bumi Jember seperti kopi, kakao, tembakau. Ada juga Pantai Papuma dan tower Pasar Tanjung,” kata Vivin Rofiqoh, perempuan di balik Sekar Waru Batik.

Foto Vivin Rofiqoh owner Sekar Waru Batik (Foto: Dokumentasi Vivin for Ketik.co.id)Vivin Rofiqoh owner Sekar Waru Batik (Foto: Dokumentasi Vivin for Ketik.co.id)

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Griya batik ini mulai diberdirikan sejak tahun 2018. Dulunya hanya mempekerjakan 3 orang. Seiring dengan bertambahnya permintaan, sekarang jumlah pekerja menjadi 20 orang.

Perempuan yang akrab disapa Ivy itu, mengatakan jika dalam sehari bisa mengerjakan 10-25 potong kain batik berukuran 1,15 x 2 meter. Sesuai tingkat kesulitan pewarnaan kain.

Per helai kain batik dibanderol mulai dari harga Rp 175-700 ribu. Tergantung dari kerumitan motif, atau menyesuaikan dengan permintaan pembeli.

“Biasanya ada yang pesan pakai motif mereka sendiri untuk seragam instansi atau komunitas. Banyak yang custom minta tambahan logo atau gambar, bahkan juga ada yang minta motif terbaru kami jadi eksklusif atau tidak produksi banyak. Itu bisa disesuaikan harganya nanti,” urainya.

Sekar Waru Batik sangat diminati. Terutama di kalangan instansi pemerintahan atau pemilihan putra-putri daerah seperti Gus Ning Jember. 

Meskipun berada di pelosok desa tidak menyurutkan tekadnya berkreasi sembari melestarikan budaya. Bahkan Ivy tidak akan memindahkan rumah produksi di desa aslinya. Sepadan dengan slogan Sekar Waru Batik.

“Tempat produksi tetap berada di Desa, karena kami ingin tetap mempertahankan ciri khas Sekarwaru Batik ini dari Desa untuk Indonesia,” tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Butuh 48.882 Dukungan untuk Maju Pilkada Kota Malang Jalur Independen

Baca Selanjutnya

Aksi Pencuri Spesialis Kotak Amal di Pujon Malang Terekam CCTV

Tags:

Sekar Waru Batik Jember Batik khas Jember Ekonomi kreatif

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar