Sejarah Singkat Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya Indonesia

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

11 Apr 2024 04:15

Headline

Thumbnail Sejarah Singkat Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya Indonesia
Potret Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah salah satu masjid ikonik yang beralamat di Jalan Gading Ketabang, Kecamatan Genteng Surabaya. Sesuai namanya, kekhasan dan keistimewaan masjid ini terletak pada gaya arsitekturnya yang bernuansa Tionghoa. 


Sejarah Masjid Muhammad Cheng Hoo

Atas gagasan dari HMY. Bambang Sujanto dan teman-teman PITI, pembangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Indonesia dimulai dari tanggal 15 Oktober 2001.

Diawali dengan upacara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh sejumlah tokoh Tionghoa Surabaya antara lain: Liem Ou Yen, Ketua Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya Bintoro Tanjung Presiden Komisaris PT Gudang Garam Tbk, Henry J. Gunawan Direktur PT Surya Inti Permata Tbk dan Bingky Irawan Ketua Makatin Jawa Timur, serta puluhan pengusaha dan tokoh-tokoh masyarakat Tionghoa.

Selain itu moment berharga ini juga disaksikan oleh semua anggota PITI Surabaya dan Jawa Timur serta tokoh-tokoh masyarakat di Surabaya.

Rancangan awal Masjid Mohammad Cheng Hoo Indonesia ini diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi.

Kemudian pengembangan didesain arsitekturnya dilakukan oleh Ir. Aziz Johan yang menjadi Anggota PITI dari Bojonegoro dan didukung oleh tim teknis: HS. Willy Pangestu, Donny Asalim, SH., Ir. Tony Bagyo serta Ir. Rachmat Kurnia dari jajaran pengurus PITI Jatim dan Yayasan Haji Mohammad Cheng Hoo Indonesia.

Untuk pertama pembangunan ini, diperlukan dana sebesar Rp 500 juta yang diperoleh dari jerih payah teman-teman dengan menerbitkan buku Saudara Baru/Jus Amma dalam tiga bahasa.

Dan sisanya adalah gotong royong dari sumbangan-sumbangan masyarakat hingga terselesaikannya pembagunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Indonesia.

Total keseluruhannya pembangunan ini menelan biaya Rp 3,3 miliar dengan luas tanah seluruhnya yaitu 3.070 m² dengan status kepemilikan tanah SHM No. 502 atas nama H.M. Trisnoadi Tantiono dan H.M.Y. Bambang Sujanto.

Keduanya telah menerbitkan surat pernyataan bahwa kepemilikan tanah tersebut adalah milik Yayasan Haji Mohammad Cheng Hoo.

Filosofi Bangunan Masjid Cheng Hoo

Secara keseluruhan Masjid Muhammad Cheng Hoo Indonesia berukuran 21 x 11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11 x 9 meter.

Pada sisi kiri dan kanan bangunan
utama tersebut terdapat bangunan pendukung yang tempatnya lebih rendah dari bangunan utama.

 

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Foto Tampak samping Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Tampak samping Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

 

Setiap bagian bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo Indonesia ini memiliki arti tersendiri, misalnya ukuran bangunan utama. Panjang 11 meter pada bangunan utama Masjid Muhammad Cheng Hoo Indonesia ini menandakan bahwa Ka'bah saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS memiliki panjang dan lebar 11 meter, sedangkan lebar 9 meter.

Pada bangunan utama ini diambil dari keberadaan Wali Songo dalam melaksanakan syi'ar Islam di tanah Jawa.

Arsitekturnya yang menyerupai model kelenteng itu adalah gagasan untuk menunjukkan identitasnya sebagai muslim Tionghoa (Islam Tiongkok) di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa yang mayoritas beragama Budha.

Selain itu pada bagian atas bangunan utama yang berbentuk segi 8 (pat kwa), angka 8 dalam bahasa Tionghoa disebut Fat yang berarti jaya dan keberuntungan.

Dalam risalah, pada saat Rasulullah Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau dikejar-kejar oleh kaum kafir quraish dan bersembunyi di dalam gua Tsur.

Pada bagian depan bangunan utama terdapat ruangan yang dipergunakan oleh imam untuk memimpin salat dan khotbah yang sengaja dibentuk seperti pintu gereja, ini menunjukkan bahwa Islam mengakui dan menghormati keberadaan Nabi Isa AS sebagai utusan Allah yang menerima Kitab Injil bagi umat Nasrani.

Menunjukkan bahwa Islam mencintai hidup damai, saling menghormati dan tidak mencampuri kepercayaan orang lain.

Pada sisi kanan Masjid terdapat relief Muhammad Cheng Hoo bersama armada kapal yang digunakannya dalam mengarungi Samudera Hindia.

Relief ini memiliki pesan kepada muslim Tionghoa di Indonesia pada khususnya agar tidak risih dan sombong sebagai orang Islam.

Orang Tionghoa masuk Islam bukan merupakan hal yang luar biasa, tetapi merupakan hal yang biasa karena pada 600 tahun yang lalu, terdapat seorang Laksamana beragama Islam yang taat bernama Muhammad Cheng Hoo.

Beliau telah turut mensyi'arkam agama Islam di tanah Indonesia pada jaman itu. Beliau adalah utusan Raja Dinasti Ming yang menjalani kunjungan ke Asia sebagai Utusan/Duta Perdamaian.

Sebagai seorang bahariawan dan Laksamana, Muhammad Cheng Hoo berhasil mengelilingi dunia selama 7 kali berturut-turut, dan menjalin hubungan perdagangan dengan negara-negara yang dikunjunginya termasuk di antaranya adalah bersilaturahmi mengunjungi Kerajaan Majapahit untuk menjalin hubungan perdagangan. (*)

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur
Baca Sebelumnya

600 Personel Dikerahkan Jaga Kota Wisata Batu Selama Libur Lebaran

Baca Selanjutnya

Polres Batu Musnahkan Ratusan Miras dan Narkoba Hasil Operasi Pekat

Tags:

Masjid Muhammad Cheng Hoo sejarah Masjid Cheng Hoo tionghoa PITI surabaya filosofi bangunan Masjid Cheng Hoo masjid tionghoa PITI Jatim

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar