Sejarah Kampung Bunulrejo Kota Malang: Peninggalan Ki Bulul, Pemuda Sakti dari Lembah Sungai Bango

Jurnalis: Dendy Ganda Kusumah
Editor: Mustopa

12 Nov 2025 06:10

Thumbnail Sejarah Kampung Bunulrejo Kota Malang: Peninggalan Ki Bulul, Pemuda Sakti dari Lembah Sungai Bango
Arkeolog, IsmailLuthfi, sedang menjelaskan Prasasti Bunul yang ada di belakangnya (Foto: Youtube Pemerintah Kota Malang)

KETIK, MALANG – Di tepi Sungai Bango, yang mengalir membelah Kota Malang, terletak sebuah daerah bernama Bunulrejo. Warga Malang biasa menyebut daerah yang terletak di Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini dengan nama Bunul.

Namun, siapa sangka Bunul bukanlah nama sembarangan? Bunul adalah seorang tokoh sakti mandraguna pada era Mataram Kuno.

Syahdan, pada abad ke-10 Masehi, ketika Malang masih berada dalam kekuasaan Mataram Kuno, lembah Sungai Bango dikenal rawan kriminalitas. Bahkan, hampir tiap hari ditemukan mayat tanpa identitas, korban kejahatan tersebut.

Saat itu, muncul sosok pemuda sakti mandraguna bernama Bulul. Dengan kesaktian dan keberaniannya, pemuda yang tinggal di Kampung Kajatan, lembah Sungai Bango ini menumpas para penjahat di sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga:
Riset Kolaborasi PTN Jatim Diluncurkan, Gubernur Khofifah Tekankan Kebijakan Berbasis Data

Berkat keberhasilannya memberantas para penjahat di kampungnya, Bulul dianugerahi sebidang tanah oleh penguasa Kanuruhan saat itu, Dyah Mungpang. Penganugerahan ini diabadikan dalam Prasasti Kanuruhan yang ditemukan di wilayah Kampung Beji, Desa Bunulrejo, Kota Malang.

“Selamat tahun Saka telah berjalan 856… ra wukir, pada waktu itulah rakryan Kanuruhan bernama Dyah Mungpang memberi anugerah… tanah wilayah Kanuruhan diperuntukkan bagi sang Bulul guna menanam bunga-bunga sebagai taman, diiring oleh siapapun… maksud dari tujuan sang Bulul terhadap sebidang tanah itulah yang membuat rakryan Kanuruhan menambahinya….” demikian tertulis di prasasti yang berada di balik arca Ganesha tersebut. Prasasti ini sekarang tersimpan di Museum Mpu Purwa Kota Malang.

Oleh Bulul, tanah anugerah ini dijadikan taman bunga, lengkap dengan kolam berukuran sekitar 12 meter persegi yang dihiasi jaladwara (pancuran) dan bunga teratai. Sayangnya, jejak fisik kolam itu kini sudah hilang. 

Menurut warga, pada tahun 1960-an, peninggalan Bulul telah ditimbun untuk pembangunan permukiman. Kolam Bulul pun kini berada di bawah sebuah rumah ibadah, di kampung tersebut.

Baca Juga:
Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

Meski begitu, ingatan tentang kolam teratai dan sang pendekar tetap hidup. Nama kampung Beji —yang dalam Bahasa Jawa Kuno berarti kolam atau telaga—menjadi buktinya.

Selain kolam, nama Bulul juga menjadi bagian dari toponimi Kota Malang. Berdasarkan penelusuran dalam buku Toponim Kota Malang, nama Bulul mengalami pergeseran fonetik menjadi Bunul.(*)
 

Baca Sebelumnya

Universitas Muria Kudus Cari Dosen Tetap Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, Simak Persyaratannya

Baca Selanjutnya

Turnamen Voli KORPRI Langsa! Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Ajang Silaturahmi ASN

Tags:

bunul bunulrejo toponimi kota malang prasasti bunulrejo

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

16 April 2026 13:45

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Diresmikan Wahyu Hidayat, Pasar Sawojajar Kota Malang Resmi Naik Kelas Menjadi Pasar Modern

16 April 2026 12:20

Diresmikan Wahyu Hidayat, Pasar Sawojajar Kota Malang Resmi Naik Kelas Menjadi Pasar Modern

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

15 April 2026 18:56

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H