KETIK, SURABAYA – Presiden Indonesia Prabowo Subianto punya gagasan besar berupa program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Gerakan yang resmi diluncurkan pada Januari 2025 ini digadang-gadang jadi tulang punggung sekaligus upaya pemerintah menurunkan angka stunting, malnutrisi, sampai meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) utamanya generasi muda.

Tapi tahukah kamu, jauh sebelum program pemerintah MBG berjalan, PT JAPFA Comfeed Indonesia sudah bergerak untuk melakukan hal serupa demi masa depan anak-anak Indonesia lebih baik?

Ya, sejak 2008, salah satu perusahaan agri-food terbesar dan terkemuka di tanah air itu telah menjalankan program yang diberi nama JAPFA for Kids. Hingga hari ini atau 18 tahun berjalan, program tersebut telah menyentuh 105 Kabupaten/Kota pada 28 Provinsi di seluruh Indonesia.

Sejak 2008, JAPFA for Kids hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan itu melalui pembiasaan konsumsi makanan bergizi protein hewani, perilaku hidup sehat serta edukasi gizi seimbang.

“Selama 18 tahun JAPFA for Kids hadir sebagai bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia,” ucap Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya.

Baca Juga:
BGN Larang Siswa Bawa Pulang Makanan MBG, Rentan Keracunan

“Kami percaya, membangun masa depan Indonesia dimulai dari memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat,” tambahnya.

Sejak diluncurkan, program JAPFA for Kids hingga hari ini telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia. Pada Mei 2026 lalu program ini hadir di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan menggandeng delapan sekolah sekaligus. Dari delapan sekolah tersebut, ada 1100 siswa dan 150 guru yang terlibat.

Kedelapan sekolah tersebut adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mu’awanah, MI Mambaul Ma’Arif, MI Muhammadiyah 07 Sidokelar, MI Muhammadiyah 10 Tlogosadang, MI Tarbiyatus Shibyan, SDN Kemantren, SDN Sidokelar, dan SDN Tlogosadang.

Pemeriksaan berat dan tinggi badan siswa menjadi salah satu program JAPFA for Kids dalam memantau perbaikan gizi siswa . (Foto: Dok. JAPFA)

Baca Juga:
Bekas Karaoke Jadi Dapur MBG, SPPG Mrutuk 1 Widang Diterpa Tudingan Nepotisme dan Perlakuan Khusus

Rincian Program yang Dijalankan

Agar benar-benar dapat membawa perubahan nyata terhadap status gizi dan perilaku hidup sehat para siswa, JAPFA for Kids memiliki beberapa skema program dan melaksanakan asesmen perbaikan status gizi dan perilaku hidup sehat. Beberapa pendekatan yang dijalankan dalam program ini di antaranya adalah:

  • Program Makanan Gizi Seimbang (PROMISE): Ini adalah rangkaian program pembiasaan hidup sehat terintegrasi dengan peraturan di sekolah. Program ini mendorong para siswa membawa bekal yang sehat dan bergizi.
  • 1 Hari 1 Telur atau One Day One Egg: Dalam program ini, siswa yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk diberikan satu butir telur setiap harinya selama kurun waktu empat bulan.
  • Kantin Sehat: Kantin Sehat merupakan program yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi di kantin yang dikelola oleh sekolah.
  • Praktik PHBS di Sekolah: Sebagai bagian dari upaya untuk menanamkan gaya hidup sehat serta melindungi anak-anak dari penyakit, para guru didampingi fasilitator mempraktikkan (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) PHBS di sekolah. Praktik yang dilakukan antara lain berupa pemeriksaan kuku dan Cucu Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebelum masuk kelas dan sebelum makan.
  • Sabtu Sehat: Program Sabtu Sehat terdiri dari kegiatankegiatan terkait pola hidup sehat yang dijalankan oleh sekolah setiap hari Sabtu.

Dampak Nyata JAPFA For Kids

Program JAPFA for Kids menjalankan beberapa strategi terintegrasi dalam meningkatkan Kesehatan dan gizi para siswa. Di antaranya adalah pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA.

"Program ini juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala guna memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten,” jelas Head of Social Investment JAPFA Retno Artsanti.

Retno melanjutkan, data yang dihimpun pihaknya melalui program ini menyebut JAPFA for Kids berhasil memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi siswa. Pada tahun 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau sebesar 51,5%.

Sementara pada tahun 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa berhasil mengalami peningkatan status gizi menjadi gizi baik atau sebesar 62,5%.

Gerakan JAPFA for Kids ini menjadi bukti JAPFA Comfeed telah turut andil secara nyata dalam mewujudkan visi besar pemerintah Indonesia dalam memperbiki gizi anak-anak Indonesia sekaligus menciptakan Sumber Daya Manusia Berkualitas. Pun sekaligus sebagai implementasi mewujudkan misi Indonesia Emas 2024.

“Kolaborasi menjadi elemen penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan untuk generasi muda Indonesia yang lebih baik. Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” ucap Rachmat. (*)