KETIK, MALANG – Blackjack, sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kota Malang diserahkan ke Masjid Sabilillah. Sapi berjenis brangus itu akan disembelih besok, Kamis, 28 Mei 2026 di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang. 

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat telah menyerahkan sapi tersebut kepada Takmir Masjid Sabilillah. Diketahui sapi Blackjack memiliki bobot 1,76 ton dan berasal dari Sinchan Farm, Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. 

"Sapi kurban bantuan Presiden Prabowo ini diserahkan ke Masjid Sabilillah. Beratnya 1 ton lebih sedikit, jenisnya brangus. Nanti rencana dari Takmirnya memang akan dipotong besok di RPH," ujarnya, Rabu, 27 Mei 2026.

Sapi Blackjack dibeli oleh negara dengan harga Rp105 juta. Wahyu menjelaskan, Iduladha 2026 ini merupakan tahun kedua Presiden Prabowo menitipkan kurban di Kota Malang. 

Pada tahun sebelumnya, distribusi hewan kurban Presiden Prabowo diserahkan kepada Masjid Agung Jami'. Apabila tahun depan Presiden Prabowo kembali menitipkan kurban ke Kota Malang, maka masjid penerima pun akan bergilir. 

Baca Juga:
Momentum Iduladha 2026, Lapas Kelas I Malang Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban hingga ke Luar “Tembok”

"Ini sudah kali kedua kami menerima bantuan kurban dari Pak Prabowo. Tahun kemarin kami serahkan ke Masjid Jami'. Tahun ini ke Masjid Sabilillah, karena tiap tahun harus berganti masjidnya. Tahun depan bisa berganti lagi," kata Wahyu. 

Setelah disembelih oleh RPH, daging akan diserahkan kepada takmir untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar. Harapannya, daging kurban tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. 

"Harapannya sesuai dengan arahan Pak Presiden, ini bisa bermanfaat ke masyarakat. Nanti dari RPH akan diserahkan ke takmir, kemudian untuk bisa membagikan kepada masyarakat yang berhak menerima," lanjutnya. 

Di sisi lain, Pemerintah Kota Malang pun turut berkurban 5 ekor sapi. Sapi-sapi tersebut akan didistribusikan ke beberapa masjid. 

Baca Juga:
Sapi Presiden Dibeli Pakai APBN, Purbaya: Saya Tidak Tahu

"Kalau dari Pemkot Malang ada 5 sapi kemarin sudah kami berikan. Kalau kurban saya pribadi tidak perlu saya ekspose," tegas Wahyu. (*)