KETIK, PASURUAN – Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Berr Pasuruan akhirnya meninggal di RSUD Sidoarjo setelah sempat mendapatkan perawatan selama 19 hari. Santri berinisial INF tersebut dirawat karena dibakar seniornya
"Iya benar, (meninggal) tadi sekitar pukul 03.00 WIB," kata Humas Ponpes Al Berr, Syamsul Islam, Kamis (19/1) pagi.
Syamsul mengatakan korban rencananya akan dimakamkan di daerah asalnya, Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan. Namun, ia belum memberikan kepastian kapan korban dimakamkan.
"Rencana pemakaman kami masih menunggu info," ujarnya.
Baca Juga:
Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan BiayaINF dibakar seniornya MHM (16) saat malam tahun baru, 31 Desember 2022 sekitar pukul 22.00 WIB. MHM marah-marah dan menuding INF mencuri uang para santri.
MHM lalu melemparkan botol air mineral berisi Pertalite ke arah tembok dekat korban duduk. Pertalite dalam botol tumpah mengenai tubuh korban.
Pelaku kemudian menyalakan korek hingga menyulut tubuh korban terbakar. Korban sempat ditolong oleh para santri lainnya dan dibawa ke RS Husada Pandaan.
Lantaran luka bakar berat mencapai 70 persen korban lalu dirujuk ke RSUD Sidoarjo.
Baca Juga:
Polres Kendal Gandeng Ojol Sambangi Ponpes Al-Hidayah, Bagikan 250 Paket Takjil untuk SantriKepala Ponpes Al Berr, M Fatihurrohman mengklaim bahwa peristiwa itu merupakan kecelakaan yang tak disengaja.
Fatihurrohman mengungkapkan korban INF memang ketahuan mencuri barang dan uang milik santri lainnya. Ia kemudian dimarahi oleh seniornya, MHM. Dan, terjadilah pembakaran tersebut.(*)