Sampaikan Belasungkawa, Mantan Pengacara Sahara Akui Kaget Saat Terima Kabar Yai Mim Meninggal

14 April 2026 16:06 14 Apr 2026 16:06

Kukuh Kurniawan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sampaikan Belasungkawa, Mantan Pengacara Sahara Akui Kaget Saat Terima Kabar Yai Mim Meninggal

Moh Zakki (memakai topi) yang saat itu masih menjadi pengacara Sahara sekaligus rival Yai Mim saat membuat laporan di Polresta Malang Kota beberapa waktu lalu (Foto: Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Wafatnya Imam Muslimin alias Yai Mim menyisakan duka yang mendalam bagi sejumlah pihak. Eks pengacara Sahara yang juga terlibat dalam perseteruan, Moh Zakki, mengaku kaget saat menerima kabar meninggalnya Yai Mim.

Ia mengungkapkan, saat itu masih sempat berkomunikasi dengan mantan kuasa hukum Yai Mim. Namun setelah kabar duka itu diterimanya, ia pun langsung menuju ke Polresta Malang Kota.

"Jujur, saya kaget saat mendengar kabar wafatnya Yai Mim. Setelah mendapat kabar duka, saya langsung ke Polresta Malang Kota dan kemudian ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk memastikan informasi tersebut," ujarnya kepada Ketik.com, Selasa, 14 April 2026. 

Meski sempat berada di posisi berseberangan dalam proses hukum, Zakki mengaku bahwa hubungan personalnya dengan Yai Mim tetap berjalan baik. Bahkan ia menyebut, perbedaan tersebut murni dalam konteks profesional sebagai pengacara.

"Kalau berseberangan, itu dalam konteks profesional. Namun secara personal pribadi, sebetulnya kami tidak ada masalah," jelasnya. 

Sebagai informasi, Moh Zakki dan Sahara sebelumnya aktif dan terlibat dalam proses melaporkan Yai Mim atas dugaan pornografi dan pelecehan seksual. Proses hukum tersebut membawa eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim itu ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. 

Zakki pun mengenang Yai Mim sebagai sosok yang baik dan taat beragama. Bahkan ia juga menyebut, Yai Mim sempat meminta bantuannya untuk menangani perkara lain di luar kasus yang sedang berjalan. 

"Beliau adalah orang baik dan saya juga bersaksi beliau sebagai seorang muslim yang taat. Ia juga pernah meminta bantuan saya untuk menangani perkara lain di luar Malang," terangnya. 

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menyampaikan doa dan belasungkawa atas wafatnya Yai Mim. Atas nama pribadi, ia mendoakan dan berharap pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Sedangkan bagi pihak keluarga yang ditinggalkan, tetap diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan," tandasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka kasus pelecehan seksual dan pornografi yaitu Imam Muslimin alias Yai Mim meninggal saat hendak diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota. 

Yai Mim meninggal pada Senin, 13 April 2026 sekitar pukul 13.45 WIB. Ketika itu, ia dibawa dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan untuk diperiksa sebagai pelapor atas kasusnya dengan Sahara. 

Saat berjalan dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan, Yai Mim tiba-tiba lemas dan terjatuh dalam posisi duduk. Setelah itu, ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan sesampainya di sana, ternyata Yai Mim dinyatakan sudah meninggal dunia. 

Sebagai informasi, Yai Mim telah ditahan di Rutan Polresta Malang Kota sejak Senin, 19 Januari 2026 lalu. Ia dijerat dengan Pasal 36 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan atau Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (*)

Tombol Google News

Tags:

Imam Muslimin alias Yai Mim Sahara Yai Mim meninggal Yai Mim vs Sahara Info Malang Berita Malang