Sahur dan Berbuka yang Ideal untuk Pasien Diabetes saat Puasa

Editor: Mustopa

20 Feb 2026 12:55

Thumbnail Sahur dan Berbuka yang Ideal untuk Pasien Diabetes saat Puasa
Oleh: Argya Reswara*

Puasa sering dianggap berisiko bagi pasien diabetes. Banyak yang khawatir gula darah bisa turun terlalu rendah atau justru melonjak tinggi saat berbuka. Padahal, dengan pengaturan makan yang tepat, banyak pasien diabetes tetap bisa menjalankan puasa dengan aman. 

Kunci utamanya bukan pada kuat atau tidaknya menahan lapar, melainkan bagaimana cara sahur dan berbuka dilakukan.

Kenapa Sahur Sangat Penting bagi Pasien Diabetes?

Sahur berfungsi sebagai sumber energi utama selama puasa. Jika sahur tidak seimbang, gula darah bisa turun terlalu cepat di siang hari dan memicu lemas, pusing, bahkan hipoglikemia. 

Baca Juga:
Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Sahur yang ideal untuk pasien diabetes sebaiknya mengandung kombinasi:

  • Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum
  • Protein dari telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, atau tempe
  • Sayur sebagai sumber serat
  • Lemak sehat dalam jumlah cukup
  • Air putih yang cukup

Sebaliknya, sahur dengan minuman manis, makanan tinggi gula, atau porsi berlebihan justru membuat gula darah tidak stabil.

Berbuka Puasa: Pelan-Pelan agar Aman

Setelah berpuasa seharian, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap asupan gula. Karena itu, berbuka tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

Baca Juga:
Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Berbuka yang dianjurkan adalah:

  • Mengawali dengan air putih
  • Konsumsi kurma boleh, tapi dibatasi 1-2 buah
  • Memberi jeda sebelum makan besar
  • Menghindari langsung makan besar dengan menu manis dan berlemak

Kebiasaan berbuka dengan gorengan, sirup, atau minuman manis seringkali menjadi penyebab utama lonjakan gula darah.

Pilih Makanan dengan Bijak

Tidak semua makanan dilarang bagi pasien diabetes, namun porsi, frekuensi, dan cara pengolahan sangat menentukan kestabilan gula darah. 

Pilihan makanan yang relatif lebih aman meliputi sayur, sumber protein yang diolah tanpa digoreng, karbohidrat kompleks, serta buah yang dikonsumsi utuh karena kandungan seratnya membantu memperlambat kenaikan gula darah. 

Selain jenis makanan, urutan makan juga berpengaruh mengawali makan dengan sayur dan protein dapat membantu menekan lonjakan gula darah setelah makan. 

Sebaliknya, gorengan, kue manis, dan minuman berpemanis perlu dibatasi karena selain tinggi gula dan lemak, makanan ini cepat meningkatkan gula darah dan membuat kontrol diabetes selama puasa menjadi lebih sulit.

Gunakan Prinsip Isi Piring

Untuk memudahkan pengaturan makan, pasien diabetes dapat menggunakan prinsip isi piring: 50% sayur, 25% protein, dan 25% karbohidrat kompleks.

Komposisi ini bersifat ilmiah karena serat dari sayur memperlambat penyerapan glukosa, protein membantu menstabilkan kadar gula darah dan menahan rasa lapar lebih lama, sementara pembatasan karbohidrat mencegah lonjakan gula darah setelah makan, terutama saat berbuka puasa.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Puasa

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pasien diabetes selama puasa antara lain:

  • Balas dendam makan saat berbuka
  • Merasa aman makan bebas karena sudah minum obat
  • Kurang minum air putih
  • Tidak memantau gula darah sama sekali

Padahal, obat diabetes tidak bisa bekerja maksimal jika pola makan tidak terkontrol.

Kapan Puasa Harus Dihentikan?

Puasa pada pasien diabetes harus segera dihentikan bila muncul gejala seperti gemetar, keringat dingin, pusing, pandangan berkunang, jantung berdebar, atau lemas berat. 

Gejala-gejala ini bisa menandakan hipoglikemia, yaitu kondisi gula darah terlalu rendah yang berbahaya jika dibiarkan karena dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga kejang. 

Pemeriksaan gula darah juga penting; bila hasil menunjukkan angka terlalu rendah atau justru sangat tinggi, puasa tidak boleh dilanjutkan. Menghentikan puasa dalam kondisi tersebut bukanlah kegagalan, melainkan langkah medis yang tepat untuk mencegah komplikasi. 

Pada pasien diabetes, keselamatan dan kestabilan tubuh harus menjadi prioritas utama, karena menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab dan ibadah. 

Setelah puasa dihentikan, pasien dianjurkan segera mengonsumsi makanan atau minuman yang sesuai dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila keluhan tidak membaik.

Penutup

Puasa bagi pasien diabetes bukan soal menahan lapar sekuat-kuatnya, melainkan soal mengatur pola makan dengan cerdas. Dengan sahur dan berbuka yang tepat, puasa bisa tetap dijalani tanpa mengorbankan kesehatan.

"Puasa itu ibadah, tapi menjaga kesehatan juga bagian dari ibadah. Pasien diabetes tidak perlu memaksakan diri, yang penting paham batasan tubuh dan tahu cara makan yang benar."

*) dr Argya Reswara merupakan dokter umum internship di Puskesmas Gerokgak 1 Buleleng, Bali

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi. (*)

Baca Sebelumnya

Legacy Ballroom Surabaya Hadirkan Iftar “Heritage of Nusantara”, Perpaduan Tradisi dan Cita Rasa Premium

Baca Selanjutnya

Tarik Tarif Tak Sesuai Aturan, Dua Jukir Liar di Makam Ngagel Rejo Surabaya Diamankan Dishub

Tags:

opini puasa diabetes Argya Reswara

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar