Saat Banyak Orang Berlebaran, Welliam Tetap Siaga sebagai Staf PMI di Kota Mojokerto

Jurnalis: Dina Elwarda
Editor: Fisca Tanjung

21 Mar 2026 19:00

Thumbnail Saat Banyak Orang Berlebaran, Welliam Tetap Siaga sebagai Staf PMI di Kota Mojokerto
Welliam Marthinus Christian Fanggidae berdiri di depan ambulans saat kegiatan gelar pasukan di Polresta Mojokerto. (Foto: Welliam Marthinus Christian Fanggidae for Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Menjelang Lebaran, saat banyak orang bersiap merayakan Hari Raya bersama keluarga, Welliam Marthinus Christian Fanggidae justru bersiaga sebagai staf Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kejadian darurat.

Guna menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa Lebaran, PMI Kota Mojokerto mulai menggelar siaga Lebaran sejak Jumat, 14 Maret 2026. Ambulans disiagakan selama 24 jam dengan posko yang ditempatkan di dua titik, yakni Alun-Alun dan Sekar Putih.

Dalam siaga Lebaran, setiap shift diisi tiga petugas, terdiri dari satu pengemudi ambulans dan dua tenaga kesehatan.

“Untuk di kota, posko ada dua, di Alun-Alun dan Sekar Putih,” terang Welliam.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Menurutnya, tim PMI harus selalu siap bertugas, bahkan di hari-hari besar.

“Kecelakaan tidak melihat waktu. Tidak melihat umur atau status. Karena itu meskipun Lebaran, tetap ada personel yang berjaga,” katanya.

Pengalaman pahit ketika sepupunya menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jakarta mendorong Welliam bergabung sebagai anggota PMI sejak 2015. Ia tergerak setelah melihat korban tidak segera mendapat pertolongan karena minimnya kesadaran masyarakat untuk membantu.

“Waktu itu orang-orang hanya menonton, memfoto, atau merekam kejadian untuk media sosial. Berawal dari situlah saya akhirnya berkecimpung di PMI,” ujarnya.

Baca Juga:
Pemkot Mojokerto Perketat Pengawasan Usaha, Dorong Kepatuhan dan Iklim Investasi Seha

Sejak saat itu, ia aktif sebagai anggota PMI Kota Mojokerto. Dalam kesehariannya, Welliam bertugas sebagai pengemudi ambulans sekaligus petugas pertolongan pertama.

Selama sepuluh tahun lebih menjadi tim PMI, ia telah menangani berbagai kejadian darurat, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kebakaran, banjir, hingga pencarian korban tenggelam di sungai.

Saat menangani korban, tim PMI juga harus berkoordinasi dengan rumah sakit tujuan. Menurut Welliam, koordinasi biasanya dilakukan melalui pesan WhatsApp untuk menyampaikan kondisi korban serta jumlah pasien yang akan dibawa.

Berdasarkan kondisi tersebut, tim PMI kemudian menentukan rumah sakit tujuan. Jika korban membutuhkan penanganan khusus, pasien akan dibawa ke rumah sakit dengan fasilitas memadai, sementara korban dengan luka ringan biasanya diarahkan ke rumah sakit terdekat.

Salah satu pengalaman yang paling menantang baginya adalah saat mengevakuasi korban kecelakaan yang terjepit di dalam kendaraan. Proses penyelamatan bahkan bisa memakan waktu berjam-jam.

“Pernah ada korban yang masih hidup, tetapi terjepit di badan mobilnya sendiri. Proses evakuasinya bahkan sampai tiga jam karena harus menunggu alat dari petugas pemadam kebakaran atau teman-teman relawan yang memiliki peralatan untuk membebaskan korban,” katanya.

Saat bertugas di lapangan, Welliam juga kerap menghadapi berbagai kendala, seperti kemacetan lalu lintas atau kondisi korban yang sulit dievakuasi.

Ia juga mengaku memiliki sejumlah pengalaman berkesan selama bergabung di PMI, salah satunya ketika keluarga korban datang langsung menyampaikan terima kasih.

“Beberapa momen berkesan justru datang dari keluarga korban. Sebenarnya kami tidak saling mengenal, tetapi mereka lebih dulu mengenali kami. Kadang saat bertemu di jalan mereka menyapa, bahkan ada yang datang ke kantor untuk memberikan apresiasi, misalnya dengan membawa makanan,” ujarnya.

Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran, Welliam juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara.

Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan memindahkan korban kecelakaan sebelum petugas datang.

“Kalau menemukan korban kecelakaan, jangan langsung dipindah dan jangan diberi minum. Kesalahan dalam mengangkat korban bisa berakibat fatal,” jelasnya.

PMI juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai relawan. Para relawan nantinya akan mendapatkan pelatihan khusus sehingga menjadi “awam terlatih” yang mampu memberikan pertolongan dengan benar.

Dalam pelatihan tersebut, relawan diajarkan cara menangani korban hingga teknik memindahkannya dengan aman.

“Semua akan dilatih oleh pelatih yang profesional dan bersertifikat,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Urai Kepadatan Penumpang, Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Datangkan KN Masalembu di Pelabuhan Jangkar Situbondo

Baca Selanjutnya

Prakiraan Cuaca 15 Maret 2026: Jakarta Cerah, Bandung dan Semarang Cerah Berawan

Tags:

PMI Kota Mojokerto Siaga Lebaran relawan lebaran

Berita lainnya oleh Dina Elwarda

Wagub Jatim Emil Tinjau Harga Minyakita di Pasuruan, Pastikan Stok Aman

18 April 2026 19:22

Wagub Jatim Emil Tinjau Harga Minyakita di Pasuruan, Pastikan Stok Aman

RPH Surabaya Siap Layani Pemotongan Kurban 2026, Pendaftaran Dibuka 20 April

18 April 2026 11:01

RPH Surabaya Siap Layani Pemotongan Kurban 2026, Pendaftaran Dibuka 20 April

Idul Adha 2026: RPH Surabaya Hanya Melayani Jasa Potong, Tidak Lagi Jual Hewan Kurban

17 April 2026 11:42

Idul Adha 2026: RPH Surabaya Hanya Melayani Jasa Potong, Tidak Lagi Jual Hewan Kurban

Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Produk Makeup yang Sering Disalahartikan

17 April 2026 01:09

Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Produk Makeup yang Sering Disalahartikan

BPBD Jatim Gencarkan Edukasi Bencana ke Sekolah dan Pesantren Bersama Mosipena

16 April 2026 23:05

BPBD Jatim Gencarkan Edukasi Bencana ke Sekolah dan Pesantren Bersama Mosipena

Perempuan Petite? Outfit Clean Look Solusinya!

16 April 2026 07:00

Perempuan Petite? Outfit Clean Look Solusinya!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda