Rupiah Tercatat Melemah 9 Poin, di Posisi Rp 15.520 Per Dolar AS

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

21 Des 2023 03:10

Thumbnail Rupiah Tercatat Melemah 9 Poin, di Posisi Rp 15.520 Per Dolar AS
Mata uang rupiah. (Foto: Pexels)

KETIK, JAKARTA – Mengawali perdagangan pada Kamis (21/12/2023). Mata uang rupiah terpantau mengalami pelemahan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dibanding perdagangan sebelumnya, saat ini rupiah tercatat melemah 9 poin atau 0,06 persen. Saat ini nilai tukar rupiah berada di angka Rp 15.520 per dolar AS.

Hal ini berbanding terbalik dengan beberapa mata uang negara Asia yang justru mengalami penguatan terhadap dolar AS, seperti ringgit Malaysia menguat 0,11 persen, rupee India 0,01 persen, baht Thailand 0,01 persen, dan yen Jepang 0,42 persen.

Kemudian disusul dolar Singapura menguat 0,19 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, dan peso Filipina 0,06 persen. Sementara itu senada dengan rupiah, mata uang won Korea juga mengalami pelemahan sebesar 0,34 persen disusul yuan China sebesar 0,06 persen.

Lebih lanjut senada dengan dolar AS, mata uang beberapa negara maju terlihat mengalami peningkatan, seperti Poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dolar Australia 0,21 persen, dolar Kanada 0,13 persen, franc Swiss 0,07 persen, dan euro Eropa 0,09 persen.

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

Analis DCFX Futures Lukman Leong memprediksi pada perdagangan hari ini rupiah bisa menguat tipis terhadap dolar AS. Hal ini bisa terjadi lantaran Bank Sentral AS (The Fed) diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya.

"Tingkat imbal hasil obligasi AS terutama tenor 10 tahun juga menurun ke kisaran 3,8 persen dari sebelumnya 3,9 persen. Ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar berekspektasi bahwa tingkat suku bunga bakal turun ke depannya," kata Lukman.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra, dirinya menuturkan melihat dari survei survei CME FedWatch Tool menunjukkan jika kemungkinan suku bunga yang sebelumnya ditetapkan oleh The Fed akan diturunkan pada Mei 2024 adalah 100 persen. Angka ini meningkat dari yang sebelumnya hanya 96 persen.

"Namun, salah satu motor penggerak rupiah adalah penurunan prospek suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed)," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Perkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Tekanan Pendapatan, Gubernur Khofifah Bagi-Bagi Bensin Gratis untuk 200 Ojol

Baca Sebelumnya

Kajari Sleman: Penyidikan Dana Hibah Pariwisata Menunggu Hasil Perhitungan BPKP

Baca Selanjutnya

Covid-19 Mulai Meningkat, Ketua Komisi E DPRD Jatim: Masyarakat Harus Kembali Perketat Prokes

Tags:

Ekonomi Inflasi rupiah Dolar AS Nilai tukar The Fed Suku Bunga Acuan

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar