KETIK, MALANG – Tak banyak yang tahu, selain menjadi destinasi wisata ikonik Kota Malang, Kampoeng Heritage Kajoetangan juga pernah tiga kali disulap menjadi lokasi syuting film dan serial Yowis Ben. Bahkan, rumah-rumah warga ikut menjadi bagian dari set produksi hingga melahirkan kedekatan antara warga dan para pemain.
Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati, menceritakan salah satu rumah warga bahkan dijadikan rumah tokoh dalam cerita. Rumah Jengki, misalnya, digunakan sebagai rumah karakter Mia dalam film tersebut.
Tak hanya itu, lokasi syuting juga meluas hingga Pasar Talun. Kawasan tersebut sempat dikosongkan dan dialihfungsikan menjadi latar pengambilan gambar.
Selain lokasi syuting utama, sejumlah rumah warga juga dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung produksi. Rumah Bu Istad, misalnya, dijadikan basecamp para pemain. Sementara itu, ruang wardrobe dan katering produksi ditempatkan di rumah warga lainnya.
"Basecamp artisnya di rumah Bu Istad, lalu wardrobe-nya di sana, sedangkan kateringnya di salah satu rumah warga," katanya.
Baca Juga:
Wali Kota Kecewa, Anjungan Air Siap Minum Kayutangan Heritage Malang Jadi Korban VandalismeSelama proses syuting yang berlangsung cukup lama, warga pun berkesempatan mengenal lebih dekat para pemain. Mila mengaku bahkan sempat berfoto bersama seluruh pemain yang terlibat dalam proses syuting di Kampoeng Heritage Kajoetangan.
Kedekatan tersebut menjadi salah satu kesan tersendiri dari rangkaian proses produksi yang juga diwarnai berbagai tantangan, baik teknis maupun nonteknis. Mulai dari pengaturan jadwal pengambilan gambar hingga terhentinya proses produksi akibat pandemi COVID-19.