KETIK, BLITAR – Puluhan Ketua RT dan RW di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar mendapat pembekalan untuk mengembangkan potensi lingkungan menjadi sumber ekonomi masyarakat. Bank sampah, budidaya minyak sereh, hingga pengelolaan wisata sejarah menjadi fokus yang didorong pemerintah kelurahan, Sabtu 1 Agustus 2026.

Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut digelar di Kampung Wisata Ekologi (KWE) Puspa Jagat, Desa Semen, Kabupaten Blitar. Pemerintah berharap para ketua RT dan RW mampu menjadi motor penggerak pembangunan berbasis potensi lokal di wilayahnya masing-masing.

Lurah Gedog, Yulian Ahmad, mengatakan bank sampah yang selama ini berjalan telah memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Ke depan, pengelolaannya akan diperluas, termasuk mengoptimalkan pengolahan sampah organik agar nilai manfaatnya semakin tinggi.

“Bank sampah menjadi salah satu program unggulan kami karena manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Selanjutnya kami ingin pengelolaannya lebih berkembang, termasuk pada sampah organik yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Selain pengelolaan sampah, Kelurahan Gedog juga tengah mengembangkan budidaya minyak sereh sebagai komoditas ekonomi baru. Menurut Yulian, potensi tersebut harus didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar.

Baca Juga:
Pengurus PWI dan Polres Situbondo Sepakat Jalin Kerja Sama Angkat Potensi Wisata Daerah

Ia juga menilai kawasan Gedog memiliki aset wisata yang belum tergarap maksimal, seperti Situs Joko Pangon yang dapat dikembangkan menjadi destinasi berbasis sejarah dan budaya.

“Potensi yang kita miliki cukup banyak. Tinggal bagaimana masyarakat mampu mengelolanya secara bersama-sama agar memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara itu, Camat Sananwetan Purwanto meminta seluruh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Ia berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan melalui program nyata di masing-masing wilayah.

“Ilmu yang didapat hari ini harus diwujudkan dalam aksi di lingkungan. Pengabdian kepada masyarakat akan menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya,” ucapnya.

Baca Juga:
Wartawan Blitar Raya Teken Petisi, Desak Presiden Prabowo Klarifikasi Ucapan “Londo Ireng”

General Manager Kampung Wisata Ekologi Puspa Jagat, Eko Wihadi, menilai Gedog memiliki peluang besar menjadi kawasan wisata berbasis sejarah apabila masyarakat memiliki visi yang sama dalam mengelola potensi daerah.

Menurutnya, keberadaan Situs Candi Gedog maupun kawasan Joko Pangon merupakan kekuatan yang dapat menjadi daya tarik wisata jika dikemas secara profesional.

“Potensinya sudah ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah perubahan pola pikir dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar kawasan ini berkembang menjadi destinasi yang diminati wisatawan,” tutur Eko.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Pemerintah Kelurahan Gedog berharap lahir berbagai inovasi di tingkat RT dan RW yang mampu menggerakkan ekonomi warga melalui pengelolaan lingkungan, produk lokal, serta pengembangan destinasi wisata berbasis budaya.